SIDOARJO – Sgb-news.id,-Seorang pria berinisial ARK yang tinggal di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, dilaporkan warga kepada pihak kepolisian karena diduga kerap membuat keresahan di lingkungan tempat tinggalnya. ARK disebut sering mabuk-mabukan, membuat keributan, mengancam warga, hingga melakukan perusakan terhadap fasilitas milik warga setempat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Menindaklanjuti laporan masyarakat, petugas dari Polsek Tanggulangin bersama Babinsa Koramil Tanggulangin Serma Nurudin mendatangi lokasi yang berada di wilayah RT 16 RW 04 Desa Gempolsari.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, ARK pada malam itu diduga mengonsumsi minuman keras bersama empat rekannya yang berasal dari luar desa sejak sekitar pukul 19.05 WIB. Dalam kondisi diduga mabuk, ARK disebut mengamuk dan sempat mendatangi rumah salah seorang warga dengan nada ancaman.
Tidak hanya itu, ARK juga diduga merobohkan sebuah saung atau tempat duduk yang biasa digunakan untuk berjualan milik warga bernama Basor. Tindakan tersebut memicu kekhawatiran warga sekitar karena dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.
Salah seorang warga, Gofur, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, aksi ARK yang diduga dalam pengaruh minuman keras membuat warga merasa tidak nyaman dan khawatir akan keselamatan lingkungan sekitar.
Mengetahui situasi yang semakin memanas, Ketua RT 16 RW 04, Riadus Solikin, segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polsek Tanggulangin serta Babinsa setempat. Sekitar pukul 22.05 WIB, petugas kepolisian bersama Babinsa tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.
“Warga sangat mengapresiasi respon cepat dari pihak kepolisian dan Babinsa yang langsung datang setelah menerima laporan masyarakat,” ujar salah seorang warga.
Saat petugas tiba di lokasi, ARK diketahui sudah tidak berada di rumahnya. Warga menduga yang bersangkutan meninggalkan lokasi setelah mengetahui adanya laporan kepada aparat penegak hukum.
Menurut keterangan sejumlah warga, ARK bukan kali pertama membuat keributan di lingkungan tersebut. Ia disebut kerap mabuk-mabukan dan membuat gaduh sehingga meresahkan masyarakat sekitar. Bahkan, beberapa warga mengaku pernah menerima ancaman saat ARK berada dalam kondisi mabuk.
Ketua RT 16 RW 04, Riadus Solikin, juga membenarkan bahwa yang bersangkutan beberapa kali menjadi sumber gangguan ketertiban di lingkungan tersebut.
“Ini bukan satu atau dua kali terjadi. Warga sudah sering mengeluhkan perilaku yang bersangkutan karena dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan lingkungan,” ungkapnya kepada awak media.
Lebih lanjut, Riadus Solikin menjelaskan bahwa warga RT 16 RW 04 telah membuat petisi yang berisi permohonan agar kasus dugaan perusakan yang dilakukan ARK dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Warga berharap adanya tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
Masyarakat berharap aparat terkait dapat menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku, sehingga keamanan dan ketertiban lingkungan Desa Gempolsari dapat terus terjaga.
(Red)