SGB-News.id°PROBOLINGGO,-Momentum Hari Jadi ke-280 Kabupaten Probolinggo dimaknai sebagai penguatan komitmen pelayanan publik di tingkat desa. Kepala Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Nasan, menegaskan bahwa pihaknya terus membuka ruang seluas-luasnya bagi aspirasi masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam keterangannya, Nasan menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-280 Kabupaten Probolinggo sekaligus menegaskan pentingnya keterlibatan warga dalam menentukan arah pembangunan desa dan daerah.
“Atas nama Pemerintah Desa Tigasan Wetan, kami mengucapkan selamat Hari Jadi ke-280 Kabupaten Probolinggo. Semoga semakin maju dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat bukan sekadar masukan, tetapi menjadi bahan utama dalam merumuskan kebijakan di tingkat desa. Pemerintah desa, kata dia, tidak bisa berjalan sendiri tanpa mendengar kebutuhan riil warga.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong forum dialog, musyawarah desa, hingga komunikasi langsung dengan warga agar setiap suara dapat terserap dengan baik.
“Kami selalu terbuka menerima aspirasi masyarakat. Dari situlah arah pembangunan desa ditentukan agar benar-benar sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Nasan juga menilai bahwa peran desa sangat strategis dalam mendukung kemajuan Kabupaten Probolinggo secara keseluruhan. Jika desa mampu berkembang dengan baik, maka dampaknya akan langsung dirasakan pada tingkat kabupaten.
Ia menambahkan, aspirasi yang diserap tidak hanya terkait pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut peningkatan kesejahteraan, pelayanan publik, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Dengan semangat Hari Jadi ke-280, Pemerintah Desa Tigasan Wetan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kepercayaan masyarakat. Keterbukaan terhadap aspirasi diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga.
“Dari desa yang aspiratif, akan lahir Kabupaten Probolinggo yang lebih maju dan berdaya saing,” pungkasnya.
Ferdi