SGB-News.id°PROBOLINGGO – Nama Muhlis semakin dikenal luas oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo, khususnya di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Sukapura, Sumber, Kuripan, Bantaran, dan Wonomerto. 27 April 2026.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PKB, Muhlis dinilai sebagai figur wakil rakyat yang vokal, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Meski tergolong baru di dunia legislatif, ia mampu menunjukkan kinerja yang menonjol, terutama dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Muhlis aktif menyuarakan berbagai aspirasi warga yang selama ini belum tersampaikan secara optimal. Dengan gaya komunikasi yang tegas namun santun, ia berupaya menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.
“Jabatan ini adalah amanah besar. Kehadiran kami di dewan bukan sekadar simbol, tetapi menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah,” ujar Muhlis.
Lahir di Probolinggo pada 1 Maret 1986, Muhlis tumbuh dari lingkungan keluarga sederhana yang membentuk karakter kepemimpinannya menjadi dekat dengan masyarakat. Ia menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana sebagai bekal dalam mengabdikan diri bagi pembangunan daerah.
Komitmennya terhadap kepentingan rakyat menjadi landasan utama dalam perjalanan politiknya. Ia kerap turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi dan mencari solusi konkret atas berbagai persoalan masyarakat.
Kepercayaan publik terhadap dirinya terbukti pada Pemilihan Legislatif 2024, di mana Muhlis berhasil meraih kursi di DPRD Kabupaten Probolinggo untuk periode 2024–2029 dengan dukungan signifikan dari masyarakat Dapil V.
Tak hanya dirasakan di wilayah pemilihannya, kiprah Muhlis juga mulai memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Sejumlah langkah pengawasan dan advokasi kebijakan yang dilakukannya dinilai turut menyentuh kebutuhan warga di berbagai wilayah.
Ketua F-Wamipro, Suhri, menilai kehadiran Muhlis sebagai energi baru dalam dinamika legislatif daerah.
“Figur seperti Muhlis ini yang dibutuhkan masyarakat. Dia tidak hanya muncul saat kampanye, tetapi tetap aktif setelah terpilih. Fungsi pengawasan dijalankan dan komunikasi dengan masyarakat terjaga,” ujar Suhri.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.
“Banyak yang kuat di awal, tapi melemah di tengah jalan. Kalau bisa konsisten, ini akan jadi contoh baik bagi anggota dewan lainnya,” tegasnya.
Muhlis pun menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat dan memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada rakyat.
“Menjadi wakil rakyat adalah tentang kehadiran nyata di tengah masyarakat mendengar, memahami, dan memperjuangkan kebutuhan mereka dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.
Redaksi