SGB-News.id°LUMAJANG – Upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka dan konstruktif antara pemerintah dan insan pers terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang. Salah satu langkah nyata terlihat dalam kegiatan santai bertajuk “ngopi bareng” yang digelar di kantin Dishub, Jalan Gatot Subroto No.81, Sidomukti, Karangsari, Kecamatan Sukodono, Senin (27/4/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Dishub Kabupaten Lumajang, Masruhin, bersama Kepala Bidang Lalu Lintas, M. Anam, serta sejumlah awak media dari berbagai platform. Hadir pula Ferdi, pimpinan redaksi media SGB-NEWS, dan Syaiful Bahri dari media online, yang turut aktif dalam diskusi tersebut.
Dalam suasana santai namun penuh makna, pertemuan ini menjadi ruang terbuka untuk bertukar gagasan, menyampaikan kritik, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan media sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi publik.
Masruhin menegaskan bahwa peran media sangat vital dalam mendukung kinerja pemerintah, khususnya dalam sektor perhubungan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia menyebut, keterbukaan informasi dan komunikasi dua arah menjadi kunci utama dalam menciptakan pelayanan yang lebih baik.
“Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga mitra kontrol sosial. Kami di Dishub Lumajang sangat terbuka terhadap masukan, kritik, maupun saran demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Masruhin.
Senada dengan itu, M. Anam menambahkan bahwa bidang lalu lintas membutuhkan dukungan publikasi yang akurat dan berimbang agar program-program yang dijalankan dapat dipahami masyarakat secara utuh. Ia juga menekankan pentingnya edukasi berlalu lintas yang masif melalui media.
“Kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah. Perlu dukungan media agar pesan-pesan keselamatan bisa tersampaikan secara luas dan efektif,” jelasnya.
Sementara itu, Ferdi selaku pimpinan redaksi SGB-NEWS menyambut baik inisiatif Dishub Lumajang tersebut. Ia menilai, pendekatan humanis seperti ini mampu menghilangkan sekat antara pemerintah dan media, sehingga tercipta komunikasi yang lebih jujur dan produktif.
“Kolaborasi seperti ini penting. Media butuh akses informasi yang terbuka, sementara pemerintah juga membutuhkan media untuk menyampaikan programnya secara transparan. Ini hubungan yang harus dijaga bersama,” ungkap Ferdi.
Hal serupa disampaikan oleh Syaiful Bahri yang menilai bahwa kegiatan informal seperti ngopi bareng justru menjadi ruang paling efektif untuk membangun kepercayaan. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kalau komunikasi cair seperti ini, kritik pun bisa disampaikan tanpa gesekan. Justru di sinilah kualitas informasi bisa meningkat,” katanya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Diskusi yang berlangsung mencakup berbagai isu, mulai dari manajemen lalu lintas, keselamatan jalan, hingga peran media dalam mengawal kebijakan publik.
Melalui kolaborasi ini, Dishub Kabupaten Lumajang menunjukkan langkah progresif dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif. Sementara itu, awak media diharapkan dapat terus menjalankan fungsi jurnalistiknya secara profesional dan berimbang.
Sinergi yang terbangun dalam suasana sederhana ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang baik tidak selalu harus dilakukan dalam forum formal. Justru dari meja kopi, lahir gagasan besar untuk perubahan yang lebih baik.
Sofan