LUMAJANG|sgb-news.id — Investor muda Babun Fery angkat bicara terkait kondisi pasar saham di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang saat ini berdampak pada ekonomi global 30/4/26
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Dalam wawancara eksklusif, Babun Fery menilai bahwa gejolak pasar yang terjadi saat ini merupakan hal yang wajar dalam dunia investasi. Ia menegaskan bahwa konflik geopolitik memang selalu membawa dampak besar terhadap pasar saham, namun juga membuka peluang bagi investor yang siap.
“Kalau kita lihat, setiap konflik besar pasti membuat pasar bergejolak. Tapi di situlah peluang muncul. Investor yang panik akan keluar, sementara investor yang paham justru masuk,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa konflik Amerika–Iran telah memicu ketidakpastian global, termasuk kenaikan harga energi dan tekanan terhadap indeks saham dunia. Bahkan di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melemah akibat sentimen tersebut .
Menurut Babun, kondisi ini harus disikapi dengan strategi yang tepat, bukan emosi. Ia menekankan pentingnya memahami arah pergerakan pasar dan sektor-sektor yang diuntungkan.
“Biasanya saat konflik Timur Tengah, sektor energi itu justru naik karena harga minyak terdorong. Tapi di sisi lain, sektor lain bisa tertekan. Jadi investor harus pintar membaca momentum,” jelasnya.
Seperti diketahui, konflik ini juga berdampak pada pasar global dengan meningkatnya volatilitas dan ketidakpastian ekonomi . Bahkan, pasar saham Asia cenderung bergerak hati-hati karena kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik .
Babun juga mengingatkan agar investor pemula tidak mudah terpancing oleh sentimen negatif yang beredar di media sosial.
“Kesalahan terbesar investor pemula itu panic selling. Padahal dalam investasi, kesabaran adalah kunci. Uang di pasar itu tidak hilang, hanya berpindah ke yang lebih siap,” tegasnya.
Ia menyarankan agar investor tetap fokus pada fundamental perusahaan dan tujuan investasi jangka panjang. Menurutnya, kondisi krisis justru menjadi momen terbaik untuk belajar dan membangun portofolio.
Menutup wawancara, Babun Fery menyampaikan pesan optimis kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Lumajang.
“Jangan takut dengan kondisi global. Justru di masa seperti ini, kita dilatih jadi investor yang kuat. Yang penting belajar, sabar, dan punya strategi,” pungkasnya.
Dengan pandangan tersebut, Babun berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam gejolak ekonomi dunia, tetapi mampu menjadi pelaku yang cerdas dalam mengambil peluang di pasar saham.