SGB°PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus memperkuat tata kelola pariwisata di kawasan Gunung Bromo melalui penerapan sistem tiket elektronik (e-ticketing) yang ditargetkan mampu meningkatkan pelayanan wisata secara lebih modern, cepat dan transparan.
Langkah tersebut ditandai dengan digelarnya sosialisasi kepada para operator jeep dan agen perjalanan wisata oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Senin (11/5/2026).
Sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam proses transisi dari sistem tiket manual menuju digital yang akan diterapkan secara bertahap di kawasan wisata unggulan nasional tersebut.
Dalam kegiatan itu, Disporapar tidak bekerja sendiri. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut dilibatkan guna memastikan sistem berjalan optimal, di antaranya Satpol PP sebagai penegak Perda, Dinas Perhubungan (Dishub) dalam pengaturan lalu lintas dan angkutan kawasan wisata, serta BPPKAD terkait pengelolaan keuangan daerah.
Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi mengatakan, kolaborasi lintas OPD dilakukan agar seluruh aspek pendukung benar-benar siap sebelum sistem diterapkan secara penuh.
“Kami berharap biro perjalanan dan operator jeep bisa menjadi mitra pemerintah dalam memberikan edukasi kepada wisatawan terkait tata cara pembelian tiket online. Transformasi digital ini harus dikawal bersama agar pelayanan wisata semakin baik, efektif dan tepat waktu,” kata Heri.
Menurutnya, penerapan tiket online bukan hanya sekadar perubahan sistem pembayaran, tetapi juga bagian dari upaya membangun tata kelola pariwisata yang lebih akuntabel dan profesional.
Pemkab Probolinggo sendiri menjadwalkan uji coba penuh sistem tiket online tersebut pada 15 Mei 2026 mendatang. Meski masih dalam tahap penyempurnaan, pemerintah memastikan evaluasi akan dilakukan secara berkala selama masa percobaan berlangsung.
“Saat ini masih tahap trial and error. Semua masukan akan menjadi bahan evaluasi. Jika ditemukan kendala teknis yang cukup krusial, maka sistem akan dihentikan sementara untuk dilakukan perbaikan. Kami ingin memastikan sistem benar-benar siap sebelum diterapkan secara permanen,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembenahan tidak hanya dilakukan pada sisi aplikasi, namun juga kesiapan sumber daya manusia di lapangan agar wisatawan tetap mendapatkan pelayanan maksimal selama masa transisi berlangsung.
Penerapan digitalisasi tiket ini diharapkan menjadi langkah maju bagi pengelolaan pariwisata Kabupaten Probolinggo, khususnya kawasan Bromo yang selama ini menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dengan sistem yang lebih modern dan transparan, Pemkab Probolinggo optimistis kualitas pelayanan wisata akan semakin meningkat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan destinasi wisata daerah.
Shinta