SGB-NEWS°JEMBER – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jember akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda), pada Sabtu 27 Juni 2026. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah kepengurusan sesuai kebijakan ICMI tingkat wilayah dalam rangka penataan organisasi.
Menjelang pelaksanaan Musda, Akademisi Fakultas Hukum Universitas Jember sekaligus Ketua Dewan Pakar ICMI Jember, Dr. Aries Harianto SH MH CMed, menyampaikan refleksi mengenai perjalanan ICMI sejak berdiri pada 7 Desember 1990 hingga tantangan yang dihadapi organisasi pada era reformasi.
Menurut Aries, ICMI lahir sebagai wadah berhimpunnya para cendekiawan muslim yang menawarkan gagasan intelektual dan solusi terhadap berbagai persoalan kebangsaan. Ia mengaku menjadi saksi sejarah kelahiran organisasi tersebut ketika masih menjadi mahasiswa sekaligus wartawan lepas yang meliput langsung proses pendiriannya di Malang.
Ia menggambarkan bahwa pada masa awal berdirinya, ICMI memiliki daya tarik besar karena berhasil menghimpun kalangan intelektual muslim dari berbagai latar belakang. Organisasi itu dinilai mampu menjadi ruang lahirnya pemikiran strategis yang menggabungkan nilai keislaman dengan pembangunan nasional.
Namun, menurut Aries, dinamika politik setelah reformasi membuat kiprah ICMI mengalami perubahan. Ia menilai organisasi tersebut perlahan kehilangan resonansi publik karena banyak tokohnya terlibat dalam politik praktis sehingga identitas ICMI sebagai gerakan intelektual dinilai semakin kabur.
Dalam pandangannya, ICMI perlu kembali menegaskan perannya sebagai organisasi pemikir yang independen. Ia menekankan bahwa ICMI seharusnya menjadi ruang lahirnya gagasan, kritik yang konstruktif, serta solusi atas berbagai persoalan bangsa, bukan sekadar menjadi pendukung kekuasaan atau penyelenggara kegiatan seremonial.
Aries juga berharap ICMI mampu menjaga jarak dengan kepentingan politik praktis agar tetap memiliki independensi moral dalam menyampaikan kritik maupun rekomendasi kebijakan kepada pemerintah.
“Ide dan pemikiran harus menjadi kekuatan utama ICMI. Organisasi ini perlu hadir sebagai produsen gagasan yang rasional, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan umat serta bangsa,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Ia mengibaratkan ICMI sebagai “Mata Garuda” yang mampu melihat persoalan bangsa secara jernih, cermat, dan objektif. Menurutnya, organisasi tersebut harus mampu menjaga keseimbangan antara nilai keislaman, kecendekiawanan, dan tanggung jawab kebangsaan.
Melalui Musda yang akan digelar, Aries berharap ICMI Jember dapat melahirkan kepengurusan yang mampu menghidupkan kembali semangat organisasi sebagai pusat pemikiran, penguatan moral, dan mitra kritis dalam pembangunan Indonesia.
Musda ICMI Jember diharapkan tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum merumuskan kembali arah perjuangan organisasi agar tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.