Malang, SGB-news id,— Pelayanan farmasi RSI Aisyiyah Malang kembali dikeluhkan keluarga pasien BPJS Kesehatan. Kali ini, keluarga pasien atas nama Kasiani mengaku terpaksa membeli obat secara mandiri di apotek luar setelah rumah sakit menolak pencairan obat dengan alasan administrasi BPJS.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Yoyok, anak dari pasien, menjelaskan bahwa proses pendaftaran secara online telah dilakukan sesuai prosedur dan dinyatakan diterima. Namun saat dikonfirmasi ke pihak farmasi pada Kamis (7/11), rumah sakit menyebut bahwa pasien terakhir kontrol pada 9 Oktober, sementara obat BPJS disebut memiliki masa berlaku 30 hari dan baru habis tanggal 8 November.
Dengan dalih masih tersisa satu hari, pihak farmasi menyatakan tidak dapat melakukan klaim BPJS, sehingga obat tidak bisa dikeluarkan.
Keluarga keberatan atas alasan tersebut. Yoyok menegaskan bahwa sejak 2 November, ibunya kembali merasakan keluhan sakit sehingga tidak memungkinkan menunggu sampai tanggal yang dihitung oleh pihak farmasi.
“Karena ibu kesakitan sejak tanggal 2, kami tidak bisa menunggu. Akhirnya kami terpaksa beli obat sendiri di apotek luar,” ujarnya.
Langkah membeli obat secara mandiri ini dinilai merugikan pasien, mengingat BPJS seharusnya menjamin kebutuhan obat khususnya bagi pasien dengan kondisi berkelanjutan.
Pihak Humas Belum Beri Jawaban
Saat awak media SGB-News.id melakukan konfirmasi, pihak humas RSI Aisyiyah Malang hanya memberikan respons awal dengan meminta data pasien.
“Mohon dikirimkan data pasiennya ya Pak, akan kami konfirmasikan ke bagian farmasi,” tulis pihak humas melalui pesan singkat.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak humas belum memberikan keterangan lanjutan ataupun penjelasan resmi atas dugaan pemutusan layanan obat BPJS tersebut.
Kasus ini memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pelayanan BPJS di fasilitas kesehatan mitra, serta bagaimana rumah sakit menjalankan kewajiban pelayanan pasien dibandingkan sekadar mengikuti batas administrasi yang kaku.
Tim-Redaksi