SGB-news°Pasuruan — Kabupaten Pasuruan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada Puncak Peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2025, Kamis (27/11/2025), daerah ini resmi dinobatkan sebagai The Best Forikan Jawa Timur 2025, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada daerah paling aktif dan konsisten dalam menjalankan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Forikan Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin, kepada Ketua Forikan Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, dalam acara yang berlangsung di Dyandra Convention Surabaya.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa berbagai langkah strategis yang dilakukan pemerintah daerah bersama Dinas Perikanan dan seluruh jajaran Forikan selama dua tahun terakhir membuahkan hasil yang signifikan. Komitmen yang dibangun bukan sekadar seremonial, tetapi program nyata yang menyasar masyarakat hingga tingkat desa.
Raih Tiga Penghargaan Sekaligus
Tidak hanya predikat utama The Best Forikan, Kabupaten Pasuruan juga berhasil menyabet dua penghargaan tambahan, yakni:
1. Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan sebagai Dinas Perikanan Teraktif dalam penyajian data dan informasi ketersediaan ikan.
2. UMKM teraktif dalam mendukung program Gemarikan, khususnya dalam memproduksi dan memasarkan olahan ikan untuk masyarakat luas.
Dua apresiasi tambahan tersebut semakin menegaskan bahwa keberhasilan Kabupaten Pasuruan tidak lepas dari solidnya koordinasi lintas sektor: pemerintah daerah, perangkat dinas, kader, pelaku UMKM, hingga lembaga pendidikan yang aktif menyosialisasikan pentingnya makan ikan.
Wujud Kerja Kolektif untuk Kesehatan Keluarga
Ketua Forikan Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras dan kesabaran dalam membangun budaya baru di tengah masyarakat.
“Selama dua tahun terakhir, berbagai program edukasi manfaat konsumsi ikan terus kami jalankan bersama Dinas Perikanan. Mulai dari sosialisasi di sekolah, pelatihan UMKM olahan ikan, hingga kampanye makan ikan untuk keluarga. Penghargaan ini adalah buah dari kerja kolektif,” ujar Merita.
Ia menegaskan bahwa Forikan Kabupaten Pasuruan tidak akan berhenti hanya pada penghargaan. Ke depan, program Gemarikan akan diperluas dengan pendekatan yang lebih intensif, terutama untuk masyarakat dengan risiko stunting.
Gemarikan sebagai Upaya Menekan Stunting
Salah satu fokus utama Forikan Kabupaten Pasuruan adalah memaksimalkan konsumsi ikan sebagai langkah pencegahan stunting. Menurut data nasional, ikan merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik dengan harga terjangkau dan mudah diolah.
Merita berharap agar budaya makan ikan semakin melekat di masyarakat, terutama pada usia anak-anak. “Ikan adalah sumber protein terbaik untuk tumbuh kembang. Jika kebiasaan makan ikan dibangun sejak dini, maka potensi stunting dapat ditekan secara signifikan,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga telah menggandeng berbagai pihak, termasuk TP PKK dan UMKM lokal, untuk memperluas akses konsumsi ikan dengan menghadirkan produk olahan yang lebih variatif dan disukai anak-anak.
Komitmen Berkelanjutan Kabupaten Pasuruan
Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Pasuruan sebagai daerah yang aktif menjaga kualitas gizi masyarakat melalui sektor perikanan. Di bawah komando Bupati dan perangkat daerah terkait, upaya peningkatan konsumsi ikan terus menjadi prioritas program pembangunan kesehatan masyarakat.
Dengan raihan penghargaan Forikan Award 2025 ini, Kabupaten Pasuruan diharapkan mampu menjadi role model bagi daerah lain dalam mengembangkan gerakan pangan bergizi, edukatif, dan berkelanjutan.
“Ini bukan akhir, tetapi awal dari gerakan yang lebih besar. Kami ingin konsumsi ikan menjadi budaya keluarga Pasuruan. Dengan begitu, kita bisa membangun generasi yang sehat dan kuat,” tutup Merita.
Pitric Ferdianto