PROBOLINGGO, SGB-News.id – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan produktif.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Budidaya Cabai Rawit Sistem Tumpangsari yang dirangkai dengan penyerahan simbolis bantuan traktor roda empat kepada enam kelompok tani, Senin (26/1) pagi, di Aula Kantor DKPPP Kota Probolinggo.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Dalam arahannya, Wali Kota menyampaikan rasa optimisme terhadap penguatan sektor pertanian di Kota Probolinggo, khususnya pada tahun 2026.
“Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi petani. Selama ini kita rasakan perhatian terhadap bantuan alsintan masih kurang, dan sekarang mulai diperbaiki. Banyak program dari pemerintah pusat yang bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di Kota Probolinggo,” ujar dr. Aminuddin.
Wali kota juga memaparkan visi pembangunan pertanian ke depan, salah satunya dengan mendorong Kota Probolinggo memiliki sentra produksi komoditas tertentu. Selain sektor tanaman pangan dan hortikultura, Pemkot juga menyiapkan arah pengembangan peternakan, termasuk rencana menjadikan budidaya burung puyuh sebagai salah satu sektor unggulan menuju tahun 2029.
Sementara itu, Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriwati menjelaskan bahwa pelatihan budidaya cabai rawit kali ini mengusung pendekatan baru melalui sistem tumpangsari cabai dengan jagung yang dikombinasikan dengan penerapan teknologi irigasi tetes.
Menurutnya, metode ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas lahan, menekan risiko gagal panen, serta mengoptimalkan penggunaan air dan pupuk. DKPPP berharap petani tidak hanya mengandalkan pola tanam konvensional, tetapi mulai beradaptasi dengan inovasi pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan dan dukungan alat mesin pertanian ini, Pemkot Probolinggo menegaskan langkah konkret dalam membangun pertanian kota yang tangguh, mandiri, dan berorientasi pada kesejahteraan petani.
Red