PROBOLINGGO | SGB-News.id – Kehadiran aparat kepolisian tidak selalu identik dengan penindakan hukum atau patroli keamanan. Pada Minggu pagi 8 Februari 2026, Polsek Sumberasih menunjukkan peran lain yang tak kalah penting, yakni hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak bencana alam. Melalui kegiatan kerja bakti bersama warga, Polsek Sumberasih turut ambil bagian dalam pemulihan lingkungan pasca terjangan angin puting beliung di Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB di sepanjang Jalan Dusun Beringin. Wilayah tersebut merupakan salah satu titik yang terdampak cukup signifikan akibat angin puting beliung yang melanda beberapa waktu sebelumnya. Pohon tumbang, ranting berserakan, serta sisa material yang mengganggu akses jalan menjadi pemandangan yang harus segera ditangani agar aktivitas warga dapat kembali normal.
Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto SH menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moral kepada masyarakat. Polisi tidak hanya datang saat ada laporan tindak pidana, tetapi juga saat warga membutuhkan dukungan tenaga dan kebersamaan untuk bangkit dari situasi sulit. Pendekatan humanis ini menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Dalam pelaksanaannya, kerja bakti melibatkan berbagai unsur masyarakat. Ketua Kelompok Tani setempat, Mulyadi, yang juga merupakan salah satu warga terdampak puting beliung, turut serta bersama Bhabinkamtibmas Desa Pohsangit Leres Aiptu Johnny dan Ketua RT 16 RW 06. Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
Warga bersama anggota Polsek Sumberasih membersihkan jalan, menyingkirkan material sisa bencana, serta menata kembali lingkungan yang berpotensi rawan. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pemulihan pasca kejadian, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko bencana di kemudian hari. Lingkungan yang bersih, tertata, dan terbebas dari potensi bahaya merupakan salah satu faktor penting dalam mitigasi bencana berbasis masyarakat.
Selain aspek fisik, kegiatan ini juga memiliki nilai sosial yang kuat. Kehadiran polisi yang bekerja berdampingan dengan warga memberikan pesan bahwa negara hadir bersama masyarakat, bukan berdiri di menara gading. Bagi warga terdampak, dukungan semacam ini memberi dorongan moral bahwa mereka tidak sendirian menghadapi dampak bencana.
Polsek Sumberasih juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga diimbau segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila terjadi gangguan keamanan atau situasi darurat lainnya. Komunikasi yang cepat dan terbuka dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana alam.
Kegiatan kerja bakti ini menjadi cerminan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam arti yang sesungguhnya. Tanpa banyak seremoni, aparat dan warga bekerja bersama demi kepentingan bersama. Tidak ada sekat antara seragam dan masyarakat, yang ada hanyalah tujuan yang sama untuk memulihkan kehidupan dan menjaga lingkungan.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan kebencanaan, langkah Polsek Sumberasih ini menunjukkan bahwa tindakan nyata di lapangan sering kali lebih bermakna daripada sekadar pernyataan. Gotong royong yang terbangun di Dusun Beringin pagi itu menjadi bukti bahwa kebersamaan dan kepedulian masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana.
Redaksi