Menu

Mode Gelap
Berawal dari Mayat Tanpa Petunjuk, Polisi Akhirnya Bongkar Pembunuhan Sadis di Pantai Permata Polisi Datangi Petani di Kademangan, Tampung Keluhan Hingga Ajak Jaga Produksi Pangan Polsek Kademangan Ajak Petani Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Diskominfo Kota Probolinggo Perkuat Keterbukaan Informasi Lewat PPID Awards 2026 dan Peluncuran Super App B Link Warga Kompak Bangun Jalan Desa Lewat TMMD ke-129 di Ledoktempuro Randuangung Bersama TNI-POLRI Pendapatan Daerah Turun, Belanja Naik Rp245 Miliar; Wabup Yudha Aji Kusuma Beberkan Postur P-APBD Lumajang 2026

Artikel

AMI Guncang Kementerian Imipas Dugaan Bobroknya Lapas Dilaporkan, Minta Menteri Copot Oknum Nakal

badge-check

AMI Guncang Kementerian Imipas Dugaan Bobroknya Lapas Dilaporkan, Minta Menteri Copot Oknum Nakal Perbesar

Jakarta – Sgb-news.id,- Aliansi Madura Indonesia (AMI) kembali mengguncang institusi negara. Kali ini, AMI resmi melaporkan dugaan bobroknya sistem lembaga pemasyarakatan (lapas) ke Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Laporan tersebut bukan tanpa alasan. AMI menyoroti adanya dugaan praktik-praktik menyimpang di dalam lapas yang dinilai sudah berada pada titik mengkhawatirkan, mulai dari dugaan pungutan liar, peredaran dan penyalagunaan narkoba, perlakuan istimewa terhadap narapidana tertentu, hingga indikasi lemahnya pengawasan internal.

Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar SE,SH menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa lagi ditoleransi dan harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

“Ini bukan lagi persoalan kecil. Ini sudah menyangkut rusaknya sistem pemasyarakatan. Kalau dibiarkan, lapas bukan lagi tempat pembinaan, tapi bisa berubah jadi sarang praktik ilegal,” tegas Baihaki (17/4) dengan nada keras.

AMI secara terang-terangan mendesak kementerian untuk tidak sekadar melakukan klarifikasi, melainkan langsung turun tangan melakukan audit total dan bersih-bersih di tubuh lembaga pemasyarakatan.

“Kami minta Menteri jangan tutup mata. Copot oknum-oknum yang bermain di dalam. Jangan sampai negara kalah oleh praktik-praktik kotor di balik tembok lapas,” lanjutnya!

Lebih jauh, AMI juga menilai bahwa pembiaran terhadap kondisi tersebut dapat merusak kepercayaan publik terhadap sistem hukum di Indonesia.

“Kalau di dalam lapas saja hukum bisa dipermainkan, lalu di mana lagi rakyat bisa percaya Ini bahaya besar bagi penegakan hukum kita,” tandas Baihaki.

AMI menegaskan tidak akan berhenti pada pelaporan semata. Jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah, pihaknya siap menggelar aksi besar-besaran sebagai bentuk tekanan publik.

“Kami tidak akan diam. Jika tidak ada tindakan tegas, AMI siap turun ke jalan dengan kekuatan penuh,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia belum memberikan tanggapan resmi atas laporan yang dilayangkan AMI.

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

LSM LIRA Desak Evaluasi Perizinan Tambang Penunjang PSN Tol Jogja–Bawen, Dugaan Pelanggaran Hukum Diminta Diusut

16 Juli 2026 - 15:50 WIB

Dugaan Persetubuhan Anak Dilaporkan ke Polres Lumajang, RIPEL Siap Kawal Hak Korban hingga Dinsos P3A

15 Juli 2026 - 10:08 WIB

Publik Minta Eri Cahyadi Awasi Proyek Yang Bersinggungan dengan Aset Telkom di Surabaya

14 Juli 2026 - 21:07 WIB

AMI Akan Gelar Aksi Besar-Besaran di Kanwil Ditjenpas Jatim, Soroti Dugaan Peredaran Narkoba dan Kelalaian di Sejumlah Lapas

14 Juli 2026 - 15:52 WIB

Hukum Keperdataan – Menelisik Penyalahgunaan Keadaan Dalam Perjanjian

13 Juli 2026 - 22:17 WIB

Trending di Artikel