SGB-NEWS.ID|LUMAJANG — Akhmad Nurhuda selaku Koordinator PROPESOR (Protolan Pemuda Ansor) menyampaikan pernyataan resmi terkait berdirinya komunitas protolan (alumni), purna pengurus, serta anggota GP Ansor dan Banser NU yang tetap menjiwai nilai-nilai keperwiraan kader Nahdlatul Ulama, sebagai wadah silaturahmi, Sabtu (19/4/2026) resto cafe rumput Jember Indonesia selesai acara halal bihalal PROPESOR.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Dalam keterangannya, Gus Mamak panggilan akrabnya menegaskan bahwa PROPESOR hadir bukan sekadar forum berkumpul, tetapi menjadi ruang konsolidasi kader yang tetap istiqomah dalam khidmah dan pengabdian.
“PROPESOR adalah rumah bersama bagi para kader yang telah purna tugas, namun tetap membawa semangat perjuangan. Jiwa keperwiraan kader NU menjadi dasar gerak kami,” ujarnya.
Empat Pilar Keperwiraan PROPESOR
Ia menjelaskan, terdapat empat pilar utama yang menjadi landasan sikap kader PROPESOR, yakni:
1. Satu komando (taat pimpinan),
2. Militansi berbasis spiritual (ikhlas),
3. Pengawalan ulama dan NKRI,
4. Khidmah kemanusiaan yang moderat.
Pembeda Utama PROPESOR
Menurutnya, PROPESOR memiliki karakter khas berupa kombinasi antara spiritualitas kiai dan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai panduan berpikir dan bertindak.
Hal ini menjadikan kader PROPESOR tidak hanya kuat dalam aksi lapangan, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan arah ideologis yang jelas.
Bimbingan Spiritual dan Moderasi Beragama
Dia juga menekankan pentingnya bimbingan ulama dalam setiap gerakan kader. Selain itu, nilai moderasi beragama (tawasuth) menjadi prinsip utama dengan mengedepankan Islam yang ramah, santun, dan toleran.
Kader PROPESOR juga berkomitmen menjalankan Khittah Nahdlatul Ulama 1926 sebagai pedoman dalam berorganisasi dan bermasyarakat.
Komitmen Keperwiraan Kader
Dalam pernyataannya, ia menegaskan lima komitmen utama kader PROPESOR:
1. Tegak lurus terhadap garis organisasi dan perintah ulama,
2. Berjuang dengan niat ibadah tanpa pamrih,
3. Mengawal ulama dan ajaran Aswaja,
4. Setia kepada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945,
5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan tanpa sekat.
“Kami siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa, melawan intoleransi, serta hadir dalam setiap persoalan kemanusiaan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh prinsip tersebut merupakan hasil rumusan para sesepuh yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari kader PROPESOR.
Dengan semangat istiqomah menabur manfaat, PROPESOR berkomitmen untuk terus berkhidmah bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.