SGB°Probolinggo-Farina Churun Inin dipercaya memimpin Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang Penyelenggaraan Pariwisata. Sementara posisi wakil ketua diemban Moh. Muizzuddin dari Fraksi PKB.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pembentukan pansus tersebut menjadi langkah penting DPRD dalam mendorong arah pembangunan daerah yang lebih tertata dan memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Tidak hanya soal regulasi di atas kertas, namun juga menyangkut masa depan ekonomi, tata kota dan kesejahteraan warga.
Raperda Penyelenggaraan Pariwisata dinilai menjadi salah satu sektor strategis yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah. Pariwisata tidak lagi dipandang sekadar destinasi hiburan, melainkan mesin penggerak UMKM, lapangan pekerjaan hingga promosi budaya lokal.
Di sisi lain, DPRD juga membentuk Pansus Raperda tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Posisi ketua dipercayakan kepada Muchlas Kurniawan dari Fraksi Golkar dengan wakil ketua Sibro Malisi dari Fraksi Nasdem.
Keberadaan PKL selama ini menjadi denyut ekonomi rakyat kecil. Namun di banyak daerah, persoalan penataan kerap memunculkan konflik antara kebutuhan mencari nafkah dan ketertiban kota. Melalui pansus tersebut, DPRD diharapkan mampu melahirkan regulasi yang tidak hanya tegas dalam penataan, tetapi juga berpihak pada pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.
“PKL bukan masalah yang harus disingkirkan, tetapi bagian dari ekonomi rakyat yang harus ditata dan diperkuat,” menjadi semangat yang kini mulai digaungkan dalam pembahasan raperda tersebut.
Sementara itu, Pansus Raperda tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial dipimpin Abdus Syukur dengan wakil ketua Dasno dari Fraksi PKS.
Pansus ini menjadi sorotan karena menyangkut langsung kebutuhan masyarakat rentan. Mulai dari perlindungan sosial, penanganan kemiskinan hingga pelayanan terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Pembentukan tiga pansus tersebut menunjukkan bahwa DPRD mulai memfokuskan perhatian pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Pariwisata untuk pertumbuhan ekonomi, PKL untuk penguatan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan sosial untuk perlindungan masyarakat.
Kini publik menunggu sejauh mana pansus-pansus tersebut mampu bekerja maksimal dan menghasilkan regulasi yang tidak hanya selesai dibahas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Shinta