SGB-NEWS°PASURUAN – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Kabupaten Lumajang, Minggu, 28 September 2026, menghadiri acara Gebyar Muharram 1448 H dan Launching Logo Musywil VI KAHMI Jawa Timur, di Gedung Gradika Pasuruan Kota, Minggu, 28 Juli 2026.
Pra acara ini dimulai dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba logo Musywil VI KAHMI Jawa Timur dan karya tulis ilmiah.
Acara seremonial dimulai dengan doa pembuka oleh Kanda Kiai Tsabit dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Ulil Hartono, mewakili panitia acara menyampaikan, dari target undangan sebanyak 200 pesera yang hadir 197 peserta. Dia menyampaikan bahwa acara kali ini berlangsung lancar dan sukses berkat dukungan seluruh KAHMI Jatim, panitia, dan Kanda Dr. Adi Wibowo selaku Wali Kota Pasuruan yang telah menyediakan tempat acara.
Dr. Adi Wibowo, Wali Kota Pasuruan, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukurnya karena bisa ber silaturahmi dengan alumni HMI se Jatim. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada MD KAHMI Pasuruan yang sudah membantu persiapan acara sejak selama beberapa hari yang lalu.
Adi Wibowo menyampaikan, saat ini kita menghadapi berbagai tantangan pengkaderan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). “Hari ini cukup sulit mencari kader karena banyak tantangan baru, terutama kelompok gen z”, tuturnya.
Kampus-kampus besar maupun kecil juga merasakan hal itu (kesulitan mencari kader). “Meskipun kondisi yang dirasakan HMI juga dirasakan oleh organisasi ekstra kampus lainnya,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Jember Komisariat TP Unej.
Kondisi ini, ujar Adi Wibowo, menjadi tantangan KAHMI untuk mencari formula baru pada Musywil VI, di Mojokerto September 2026 mendatang.
“Oleh karena itu, semua harus turun tangan, termasuk para senior. Ini momentum senior untuk turun tangan, tapi bukan campur tangan,” pungkasnya.
Bagaimana 5, 10, 30 tahun mendatang KAHMI merumuskan kembali pengkaderan di HMI.
Sementara itu, Dr. Agus Machfud Fauzi, M.Si, Koordinator Presidium KAHMI Jawa Timur, dalam sambutannya memaparkan, ada 7 calon tempat Musywil VI KAHMI Jatim. Dari 7 titik lokasi ini kemudian diputuskan Mojokerto Raya menjadi tempat Musywil VI KAHMI Jatim.
“Makanya, hari ini kita sudah mendapatkan logo Musywil VI dari yang kita lombakan, dan Musywil digelar pada 25-27 September 2026 di Trawas Mojokerto,” tuturnya.
Disampaikan, seperti yang telah dipaparkan Wali Kota, kita tidak boleh intervensi tapi tetap memberikan support kepada adik-adik HMI.
A. Riza Patria, Wakil Menteri Desa Tertinggal yang menyempatkan diri hadir dalam acara ini, diberikan waktu untuk menyampaikan sepatah dua patah kata untuk memotivasi peserta Gebyar Muharram 1448.
Ia mengemukakan, di Indonesia ada 7 ribu desa lebih. Dan dari desa tersebut ada 10 ribu lebih desa tertinggal, termasuk di Papua.
“Saat kita keliling, ternyata di desa 3 masalah besar yakni SDM belum cerdas, persoalan infrastruktur, dan pembiayaan yang belum mencukupi. Kalau ini diselesaikan, maka sebagian problem di desa bisa tertangani meskipun belum semuanya.
Oleh karena itu kader HMI bisa berperan untuk membangun desanya masing-masing, bahkan kalau bisa mencetak kader untuk menjadi pemimpin di Desa.
“Kader dan alumni HMI harus dilatih untuk menjadi pemimpin di tingkat desa. Karena di situlah lathan kepemimpinan dimulai untuk kemudian naik ke level yang lebih tinggi,” ajaknya.
Dia juga menyinggung bahwa saat ini money politics masih terjadi dan mendominasi dalam pergantian kepemimpinan.
“KAHMI bagaimana ikut menjadi bagian membangun desa. Rebut kepala desa dan bangun desa dengan baik. Persiapkan mulai sekarang,” pintanya.