PROBOLINGGO, SGB-NEWS.id – Di balik upaya Pemerintah Kabupaten Probolinggo meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), ada satu langkah strategis yang kini mulai mendapat perhatian serius, yakni penguatan sinergi dengan PT PLN UP3 Pasuruan dalam sektor ketenagalistrikan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sosok yang tampil aktif dalam penguatan kolaborasi tersebut adalah Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo, Kristiana Ruliani. Ia dinilai memainkan peran penting dalam membangun komunikasi dan sinkronisasi antara pemerintah daerah dengan PLN demi memastikan pelayanan listrik dan optimalisasi penerimaan daerah dapat berjalan beriringan.
Bukan tanpa alasan. Sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tenaga Listrik menjadi salah satu sumber PAD yang memiliki potensi besar. Jika dikelola secara maksimal, sektor ini mampu menjadi penopang pembangunan daerah di tengah tantangan efisiensi anggaran yang terus menghantui pemerintah daerah.
Kristiana memahami bahwa listrik bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, tetapi juga denyut utama aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika pelayanan listrik membaik, roda usaha bergerak lebih cepat dan dampaknya akan kembali pada peningkatan pendapatan daerah.
Karena itu, sinergi antara Pemkab Probolinggo dan PLN UP3 Pasuruan tidak hanya berbicara soal angka pajak, tetapi juga tentang bagaimana pelayanan publik dapat benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam agenda koordinasi tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan validasi data pelanggan, sinkronisasi pelaporan PBJT tenaga listrik hingga langkah transparansi penerimaan daerah. (25/05) Langkah ini dinilai penting agar potensi pendapatan daerah tidak bocor dan dapat dihitung secara akurat.
Di tengah banyaknya daerah yang masih kesulitan menggali potensi PAD secara optimal, langkah yang dilakukan BPPKAD Kabupaten Probolinggo menjadi sinyal bahwa pengelolaan keuangan daerah membutuhkan pendekatan aktif dan inovatif.
Kristiana Ruliani juga dinilai membawa pola kerja yang lebih progresif. Pendekatan kolaboratif dengan instansi vertikal maupun BUMN dianggap menjadi strategi realistis untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah tanpa membebani masyarakat dengan kebijakan baru.
Sinergi tersebut sekaligus membuka peluang pemerataan pelayanan listrik hingga wilayah yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur ketenagalistrikan. Dengan pelayanan yang semakin baik, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati akses energi yang stabil, tetapi juga merasakan dampak pembangunan daerah yang lebih merata.
Langkah Pemkab Probolinggo bersama PLN UP3 Pasuruan ini menjadi gambaran bahwa tata kelola pemerintahan modern tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pelayanan publik dan pembangunan daerah dapat tumbuh bersama.
Dan di balik proses itu, nama Kristiana Ruliani kini mulai mendapat sorotan sebagai salah satu motor penggerak penguatan PAD melalui pendekatan sinergi yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.
F/S