Dok: Bahrusyofan Hasanudin
SGB-NEWS° LUMAJANG – Belakangan ini, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi perbincangan hangat, baik di tingkat nasional maupun daerah. Berbagai dinamika di lapangan mulai dari penyesuaian teknis pencairan anggaran, keluhan harga pasokan komoditas dari supplier, hingga evaluasi efisiensi logistik per porsi makanan sempat memicu sorotan publik di beberapa wilayah Kabupaten Lumajang.
Namun, riuh rendah kendala administratif tersebut terbukti tidak menyurutkan moral para pejuang gizi di tingkat akar rumput. Hal ini ditunjukkan secara nyata oleh para Relawan SPPG Annur Azzahra 1 dan 2 di Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Alih-alih terpengaruh oleh polemik yang berkembang, mereka justru menunjukkan soliditas tinggi dengan menyukseskan pergelaran syiar Islam menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah, Senin (15/6/2026).
Saat di konfirmasi wakil Mitra Sppg Azzahrah 1 Asiya panggilan karibnya Sebagai program baru di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN), SPPG memang sedang melewati fase adaptasi yang cukup menantang sepanjang pertengahan tahun 2026 ini.
Masih dengan Asiya beberapa isu utama yang berkembang di masyarakat yaitu “Sinkronisasi Anggaran: Proses transisi dan standardisasi pencairan dana teknis dari pusat yang sempat memicu penyesuaian jadwal operasional di sejumlah titik. Dilema Harga Bahan Baku. Dinamika hubungan antara pengelola dapur SPPG dengan penyedia bahan pangan lokal terkait kestabilan harga per porsi, agar tetap memenuhi angka kecukupan gizi tanpa membebani kas negara,” katanya.
Meskipun tantangan ini membutuhkan energi besar, pendekatan berbeda justru diambil oleh ekosistem Pondok Pesantren Annur Azzahra Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang. Mereka memilih membangun ruang positif guna menyatukan visi para relawan melalui momentum hari besar Islam.
Merespons dinamika yang ada, salah satu relawan SPPG Annur Azzahra 1 yang engan di sebut namanya, menegaskan bahwa fokus utama para relawan di tingkat bawah tidak pernah bergeser dari esensi program itu sendiri.
“Bagi kami di tingkat lapangan, isu teknis atau kendala anggaran yang ramai di luar sana itu adalah bagian dari proses evaluasi pusat. Tugas dan komitmen kami di dapur SPPG Annur Azzahra adalah memastikan pengabdian untuk gizi anak-anak tetap siap berjalan. Pawai 1 Muharram ini menjadi bukti bahwa kami semua di sini tetap satu komando, kompak, dan penuh semangat tanpa terpengaruh opini luar,” ujarmya.
Kehadiran Relawan SPPG Annur Azzahra 1 dan 2 dalam pawai keliling di Kecamatan Tempeh ini pun menjadi angin segar. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa semangat pengabdian masyarakat di lingkungan pondok pesantren tersebut tetap menyala kuat.
Diikuti oleh ratusan pasang mata warga Tempeh, pawai yang menampilkan kreativitas santri dan relawan ini membuka rangkaian panjang peringatan tahun baru Islam yang berjalan penuh khidmat, tertib, dan meriah.