SGB-NEWS° LUMAJANG – Seorang perempuan lanjut usia berinisial NR (65), ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Desa Tekung, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Minggu (28/6/2026) petang. Korban yang diketahui tinggal seorang diri diduga telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.
Peristiwa penemuan jenazah tersebut bermula dari kecurigaan warga sekitar. Saksi berinisial AH sempat mencium bau tidak sedap di sekitar rumah korban sejak tiga hari lalu. Awalnya, warga menduga bau tersebut berasal dari bangkai tikus. Namun, seiring berjalannya waktu, bau menyengat tersebut semakin tajam.
Kondisi tersebut akhirnya terungkap pada Minggu (28/6/2026) sekira pukul 18.25 WIB, saat saksi AH pulang bekerja dan mendapati warga sudah berkerumun di depan kediaman korban. Saat dicek, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan kondisi tubuh yang telah membusuk.
Petugas jaga Polsek Tekung yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan mengevakuasi korban. Berdasarkan kondisi jenazah di lokasi, petugas memperkirakan korban telah meninggal dunia sejak 3 hingga 6 hari yang lalu.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban sehari-harinya diketahui bekerja sebagai peminta-minta di jalanan dan tinggal sendirian di rumah tersebut. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit sesak napas (asma), yang sudah diderita sejak lama.
Humas polres Lumajang Ipda Supratno ketika di konfirmasi Senin (29/6/2026), menyampaikan pihak keluarga korban telah menyatakan tidak berkenan untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah. Pihak kepolisian pun telah menyerahkan jenazah kepada keluarga untuk segera dimakamkan sesuai dengan syariatnya.
“Untuk keluarga tidak berkenan di otopsi, riwayat sakit asma,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, Indriyono, mengimbau agar masyarakat yang memiliki anggota keluarga lanjut usia agar lebih memperhatikan kondisi mereka. Ia menekankan pentingnya perhatian ekstra terhadap kebutuhan kesehatan dan kondisi fisik para lansia agar kejadian serupa tidak terulang dan mereka tidak terkesan terabaikan.