SGB-News.id | Probolinggo– Gerakan Sahabat Peduli Sekitar (GAS PETIR) memperkuat kepeduliannya terhadap dunia pendidikan keagamaan dan masyarakat kurang mampu melalui aksi sosial yang dikemas dengan penyaluran wakaf Al-Qur’an serta pemberian santunan kepada anak yatim, anak piatu, dan dhuafa.
Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan selama dua hari, Minggu hingga Senin (28-29/06/2026) sore, dengan pola penyaluran secara langsung atau door to door di sejumlah wilayah Kota Probolinggo.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut yakni penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada TPQ asuhan Bu Nurdini sebagai bentuk dukungan GAS PETIR terhadap keberlangsungan pembelajaran Al-Qur’an bagi para santri.
Wakaf Al-Qur’an tersebut diharapkan dapat menjadi sarana penunjang kegiatan mengaji sekaligus memperkuat semangat pendidikan keagamaan di lingkungan TPQ.
Selain wakaf Al-Qur’an, GAS PETIR juga tetap menjalankan misi sosial dengan memberikan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sebanyak 8 anak yatim, 5 anak piatu, dan 2 warga dhuafa menerima bantuan sebagai bentuk perhatian serta kepedulian dari para dermawan yang turut mendukung kegiatan tersebut.
Penyaluran dilakukan di beberapa wilayah, meliputi Kelurahan Jati dan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, serta Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
Pelaksanaan dengan sistem door to door dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lebih efektif, mulai dari pengaturan waktu, jangkauan lokasi, hingga memastikan bantuan diterima oleh pihak yang menjadi sasaran
Pelaksana kegiatan sekaligus Penggerak GAS PETIR, Septyan Dwi Cahyo, menyampaikan bahwa wakaf Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam aksi sosial yang dilakukan karena memiliki nilai manfaat jangka panjang.
“Selain membantu masyarakat yang membutuhkan melalui santunan, kami juga ingin memberikan dukungan untuk kegiatan pendidikan Al-Qur’an agar manfaatnya dapat terus dirasakan,” ujar Septyan.
Menurutnya, penyaluran wakaf Al-Qur’an ke TPQ merupakan bentuk kepedulian terhadap generasi muda agar terus memiliki ruang untuk belajar dan mendalami nilai-nilai keagamaan.
“Al-Qur’an bukan hanya sebuah bacaan, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran dan pembentukan karakter anak-anak. Karena itu kami berusaha ikut mendukung melalui wakaf ini,” jelasnya.
Septyan mengatakan, seluruh kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan para dermawan yang telah mempercayakan kontribusinya melalui GAS PETIR.
“Setiap bantuan dan donasi yang diberikan menjadi amanah yang kami salurkan kembali kepada masyarakat dan lembaga yang membutuhkan,” katanya.
Ia menambahkan, konsep penyaluran langsung dipilih agar GAS PETIR dapat lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mengetahui kebutuhan penerima manfaat secara nyata.
“Dengan datang langsung, kami berharap hubungan kepedulian ini tidak hanya sebatas bantuan, tetapi juga menjadi bentuk silaturahmi dan perhatian kepada sesama,” ungkap Septyan.
GAS PETIR berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat, baik dalam bentuk bantuan kemanusiaan maupun dukungan terhadap kegiatan keagamaan.
Septyan juga menyampaikan bahwa kegiatan santunan berikutnya akan kembali dilaksanakan pada Senin (06/07/2026) mendatang.
Untuk pelaksanaan berikutnya, GAS PETIR masih membuka kesempatan kepada masyarakat luas dan calon dermawan yang ingin ikut berkontribusi.
“Bagi siapa saja yang ingin bergabung dalam gerakan kepedulian ini, dapat ikut membantu melalui kontribusi langsung maupun donasi. Semoga bersama-sama kita dapat memperluas manfaat untuk lebih banyak masyarakat,” pungkas Septyan.