Kiri: Indah Kusumawati Kepala Bidang P2kb Dinkes Lumajang
SGB-NEWS°LUMAJANG – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), Kabupaten Lumajang terus mengampanyekan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS). Gerakan yang kini memasuki tahun kedua ini diinisiasi untuk merespons pandangan bahwa peran ayah dalam pengasuhan anak selama ini dinilai masih sangat kurang.
Pemerintah daerah mendorong para ayah untuk terlibat aktif dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Tujuannya adalah membangun keterikatan emosional serta menjaga kondisi psikologis anak sejak dini.
“Makin ke sini, tampaknya pengasuhan anak seolah-olah sepenuhnya diserahkan kepada ibu. Oleh karena itu, ada Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) untuk menyadarkan kembali masyarakat,” ujar Kepala Bidang (Kabid) P2KB Dinkes Lumajang Indah Kusumawati dalam klarifikasinya,Senin (13/7/2026).
Merespons pertanyaan mengenai bagaimana nasib anak-anak yang ayahnya telah wafat, pihak Dinkes P2KB menegaskan bahwa peran tersebut bisa didelegasikan kepada anggota keluarga laki-laki lainnya. Kakek, paman (om), atau kerabat pria lainnya didorong untuk ikut andil dalam pengasuhan.
“Program ini bersifat ajakan, bukan kewajiban. Bagi anak yang telah kehilangan ayah, ayah bekerja di luar daerah, atau memiliki kondisi keluarga yang berbeda, pendampingan bisa dilakukan oleh ibu, atau keluarga terdekat lain,” katanya.
Masih dengan Indah Program GAMAS merupakan bagian dari gerakan nasional yang bertujuan mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, khususnya pada momen penting hari pertama sekolah. Selama ini, berbagai kajian menunjukkan bahwa peran ayah dalam pengasuhan masih relatif rendah, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kehadiran ayah dalam tumbuh kembang anak,memperkuat keterlibatan ayah, dalam pengasuhan anak.
Dinkes P2KB Lumajang menyarankan agar para ayah minimal hadir dan mendampingi anak di momen-momen penting sekolah. “seperti Hari Pertama Masuk Sekolah, Memberikan rasa aman dan semangat baru bagi anak di lingkungan asing. Momen Pengambilan Raport, Menunjukkan bentuk apresiasi dan dukungan langsung ayah terhadap hasil belajar anak,” pungkasnya.