PROBOLINGGO, SGB-News.id – Sehari menjelang peluncuran resminya, Lembaga Bantuan Hukum JakPro Ngesti Wibawa (LBH JIWA) dibanjiri karangan bunga ucapan selamat dan sukses dari berbagai pihak. Karangan bunga terus berdatangan dari beragam elemen, mulai dari instansi, organisasi kemasyarakatan, hingga pihak independen, sebagai bentuk dukungan atas hadirnya LBH JIWA di wilayah Probolinggo Raya.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!LBH JIWA merupakan sayap hukum dari LSM Jaringan Aktivis Probolinggo (JakPro), yang selama ini dikenal aktif dalam advokasi sosial, kontrol kebijakan publik, serta pendampingan masyarakat. Kehadiran LBH JIWA dinilai sebagai kebutuhan mendesak, khususnya bagi masyarakat yang kerap berhadapan dengan persoalan hukum di wilayah strategis dan rawan konflik kepentingan.
Launching resmi LBH JIWA dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/1/2025) di kawasan Pantai Bohay, Dusun Pesisir, Desa Bhinor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Kawasan Paiton dikenal sebagai wilayah strategis nasional karena berada di ring 1 PLTU Paiton, sekaligus kawasan pesisir dengan aktivitas industri, ekonomi, dan kepadatan sosial yang tinggi.
Pemilihan lokasi tersebut disebut bukan tanpa alasan. Wilayah pesisir Paiton selama ini dihadapkan pada beragam persoalan hukum, mulai dari sengketa lahan, ketenagakerjaan, dampak industri, hingga problem sosial masyarakat pesisir yang membutuhkan pendampingan hukum berkelanjutan.
Ketua LSM JakPro, Badrus Seman, menegaskan bahwa berdirinya LBH JIWA merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran masyarakat sipil dalam mengawal penegakan hukum di Probolinggo Raya.
“LBH JIWA hadir untuk masyarakat yang membutuhkan di wilayah Probolinggo Raya. Paiton dipilih karena merupakan kawasan strategis dengan banyak kepentingan besar di dalamnya. Karena itu dibutuhkan pendampingan hukum yang kuat, independen, dan profesional,” ujarnya, Minggu (25/1/2025).
Menurut Badrus, banyaknya karangan bunga yang berdatangan mencerminkan besarnya harapan publik terhadap LBH JIWA sebagai mitra masyarakat dalam memperjuangkan keadilan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif LBH JIWA, Abdur Rohim, SH, MKn, menyatakan bahwa LBH JIWA tidak hanya berfokus pada penanganan perkara, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui edukasi dan penyadaran hukum.
“Kami ingin hukum hadir secara membumi, mudah diakses, dan dipahami masyarakat. Terutama di Probolinggo Raya, di mana masyarakat sering berhadapan dengan persoalan hukum yang kompleks,” tegasnya.
Ia menambahkan, LBH JIWA akan memprioritaskan pendampingan bagi masyarakat kurang mampu, penanganan kasus ketidakadilan sosial, sengketa agraria, ketenagakerjaan, serta advokasi atas dugaan pelanggaran hak-hak masyarakat di tingkat lokal.
Launching LBH JIWA diharapkan menjadi momentum penguatan akses keadilan di Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya, sekaligus mempertegas kehadiran lembaga bantuan hukum sebagai garda pendamping masyarakat dalam menghadapi persoalan hukum.
(Tim/Red)
