SGB°PROBOLINGGO – Program Listrik Desa (Lisdes) di Desa Blimbing, Kecamatan Pakuniran, mulai menunjukkan dampak nyata. Penambahan tiang listrik dan jaringan PLN yang terealisasi pada 29 Maret 2026 langsung disambut apresiasi warga dan pemerintah desa.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Selama ini, persoalan tegangan rendah hingga penggunaan tiang bambu dan pohon sebagai penyangga kabel menjadi keluhan utama. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu, tetapi juga membahayakan.
Kepala Desa Blimbing, Buhari, menyampaikan terima kasih kepada PLN ULP Keraksaan atas respons cepat terhadap usulan warga.
“Pengajuan langsung ditindaklanjuti. Tiang listrik baru segera dikirim dan dipasang. Ini yang dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Penambahan jaringan listrik ini berdampak langsung pada stabilitas aliran listrik. Rumah warga hingga lahan pertanian kini mendapat suplai listrik yang lebih aman dan stabil.
Aktivitas ekonomi masyarakat pun ikut terdorong. Usaha kecil, pengolahan hasil pertanian, hingga kebutuhan rumah tangga tidak lagi terkendala listrik yang sebelumnya sering tidak stabil.
Aparatur Desa Blimbing juga terlibat aktif dalam proses pelaksanaan. Mulai dari monitoring, sosialisasi hingga pendampingan pemasangan tiang listrik dan kWh meter gratis.
Manager PLN ULP Keraksaan UP3 Pasuruan, Hans Tua Micele Sinaga, menegaskan bahwa pembangunan listrik desa bukan tanpa hambatan, terutama dari sisi biaya dan kondisi geografis.
“Namun ini adalah amanat negara. Listrik harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, listrik bukan sekadar penerangan, melainkan bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat desa dan wilayah terpencil.
Program Lisdes periode 2025–2029 sendiri menargetkan sekitar 780 ribu rumah tangga di berbagai pelosok Indonesia.
Realisasi di Desa Blimbing menjadi bukti bahwa pemerataan infrastruktur mulai berjalan. Tantangannya tinggal satu konsistensi.
Hardon