SGB-News.id°MIANGAS – Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Pulau Miangas, pulau paling utara Indonesia, saat Presiden Prabowo Subianto menyapa langsung masyarakat pada Sabtu siang, 9 Mei 2026.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kunjungan Presiden ke wilayah terdepan NKRI itu tidak hanya menjadi agenda seremonial kenegaraan. Di tengah kesederhanaan Pulau Miangas, Presiden tampak membaur bersama warga, berdialog santai hingga bernyanyi bersama lagu-lagu daerah yang akrab di telinga masyarakat Sulawesi Utara.
Lagu seperti O Ina Ni Keke, Sio Mama, Si Patokaan, hingga Tabola Bale menggema bersama warga. Momen tersebut menciptakan suasana penuh keakraban dan memperlihatkan kedekatan seorang kepala negara dengan masyarakat di wilayah perbatasan.
“Negara hadir hingga ke pelosok, tidak ada yang tertinggal,” menjadi pesan kuat dari kunjungan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga membawa sejumlah bantuan dan dukungan nyata bagi masyarakat Miangas. Bantuan tersebut di antaranya satu unit kapal ikan nelayan berkapasitas 15 GT untuk mendukung sektor perikanan masyarakat setempat.
Pemerintah juga disebut tengah menyiapkan tambahan kapal nelayan dan pembangunan desa nelayan terpadu. Nantinya, siswa SMK Negeri 2 Miangas jurusan agribisnis akan diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan sebagai potensi utama daerah.
Tak hanya itu, sebanyak 250 unit telepon seluler lengkap dengan 250 perangkat penguat sinyal Starlink juga dibagikan kepada kepala keluarga guna memperkuat akses komunikasi masyarakat di wilayah terluar.
Untuk sektor pendidikan dan sosial, pemerintah menyalurkan 300 paket perlengkapan sekolah dan mainan anak-anak, serta 1.000 paket kebutuhan pokok bagi warga.
Presiden juga memastikan perhatian pemerintah terhadap peningkatan fasilitas publik di Miangas. Perbaikan puskesmas, sekolah, jaringan transportasi dan komunikasi, hingga fasilitas umum lainnya menjadi bagian dari komitmen pembangunan di kawasan perbatasan.
Kunjungan Presiden di Pulau Miangas menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya berpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau masyarakat di titik paling ujung Indonesia.
Di pulau kecil yang berbatasan langsung dengan negara tetangga itu, semangat kebersamaan dan cinta tanah air terasa hidup. Warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga merasakan kehadiran negara secara langsung di tengah kehidupan mereka.
Shinta