SURABAYA — Sgb-news.id,- Sekretaris Aliansi Madura Indonesia, Abdul Aziz, S.H., mendorong Kementerian Agama Republik Indonesia untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Pelecehan Seksual di lingkungan pondok pesantren, khususnya di wilayah Jawa Timur. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya memperkuat perlindungan terhadap santri sekaligus menjaga marwah pesantren sebagai pusat pendidikan moral dan keagamaan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menurut Abdul Aziz, Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan jumlah pondok pesantren terbesar di Indonesia membutuhkan sistem pengawasan dan perlindungan yang lebih terstruktur, profesional, serta berpihak pada keselamatan santri.
“Pesantren merupakan pilar pendidikan umat dan memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi bangsa. Karena itu, negara melalui Kementerian Agama harus hadir dengan langkah konkret untuk memastikan lingkungan pesantren tetap aman, sehat, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan,” ujar Abdul Aziz di Surabaya, Jumat (15/5/2026).
Ia menilai, pembentukan Satgas Anti-Pelecehan di lingkungan pesantren bukan semata respons atas munculnya sejumlah kasus di berbagai daerah, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun sistem perlindungan yang preventif dan berkelanjutan.
Abdul Aziz menegaskan, satgas tersebut harus melibatkan unsur profesional, pendamping psikologis, tokoh pendidikan, hingga lembaga perlindungan perempuan dan anak agar proses penanganan laporan berjalan objektif serta memberikan rasa aman bagi korban.
“Jangan sampai ada santri yang kehilangan keberanian untuk bersuara karena takut terhadap tekanan atau stigma. Negara harus menjamin adanya ruang pengaduan yang aman, independen, dan berpihak kepada korban,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengawasan di lingkungan pendidikan keagamaan, termasuk penguatan edukasi terkait pencegahan kekerasan seksual dan perlindungan hak-hak santri di pesantren.
Sebagai daerah yang dikenal dengan kultur pesantren yang kuat, Abdul Aziz berharap Jawa Timur dapat menjadi pelopor dalam menghadirkan sistem perlindungan santri yang lebih modern, humanis, dan berkeadilan.
“Kepercayaan masyarakat terhadap pesantren harus dijaga bersama. Jangan biarkan tindakan segelintir oknum merusak kehormatan lembaga pendidikan yang selama ini menjadi benteng moral masyarakat,” pungkasnya.