Probolinggo – SGB-News.id,- Setelah viralnya video truk pengangkut sampah diduga berlubang hingga menyebabkan sampah berserakan di jalan raya wilayah Kraksaan, akhirnya muncul penjelasan dari pihak terkait melalui pemberitaan media lain yang menyebut bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo telah melakukan perawatan dan peremajaan armada kontainer sampah secara bertahap.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pernyataan tersebut justru memantik pertanyaan baru di tengah masyarakat. Sebab publik menilai, jika perawatan memang dilakukan rutin dan bertahap, mengapa masih ada armada yang kondisinya dinilai tidak layak namun tetap dipaksakan beroperasi di jalan umum?
Fakta di lapangan yang terekam video warga memperlihatkan sampah tercecer keluar dari bak kendaraan saat melintas. Kondisi itu dinilai bukan sekadar persoalan teknis biasa, melainkan bukti adanya kendaraan operasional yang sudah tidak optimal digunakan.
Masyarakat pun mulai melontarkan sindiran tajam.
“Kalau lubangnya masih seukuran karung beras 5 kilogram mungkin dianggap belum parah, jadi belum layak diperbaiki,” celetuk seorang warga yang ikut menyoroti video viral tersebut.
Sindiran itu menggambarkan kekecewaan publik terhadap pola penanganan yang dinilai baru bergerak ketika persoalan sudah ramai diperbincangkan masyarakat.
Perawatan Bertahap, Tapi Sampah Tetap Berserakan
DLH Kabupaten Probolinggo disebut melakukan perawatan armada secara bertahap karena keterbatasan anggaran dan usia kendaraan operasional yang sudah lama. Namun publik menilai alasan tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran apabila kendaraan yang masih digunakan justru mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan mencemari lingkungan.
Sebab kendaraan pengangkut sampah bukan sekadar alat operasional biasa. Armada tersebut membawa nama pelayanan publik pemerintah daerah di lapangan setiap hari.
Ironisnya, masyarakat terus diminta disiplin menjaga kebersihan lingkungan, sementara kendaraan pengangkut sampah milik instansi sendiri justru diduga menjadi penyebab sampah tercecer di jalan raya.
Publik Soroti Standar Kelayakan Armada
Persoalan kini bukan lagi soal ada atau tidaknya program peremajaan armada. Tetapi lebih kepada standar kelayakan kendaraan yang masih dioperasikan.
Publik mempertanyakan indikator “kerusakan parah” yang dijadikan dasar perbaikan. Sebab bagi masyarakat, ketika sampah sudah jatuh berserakan di jalan akibat kondisi bak kendaraan yang tidak layak, maka itu seharusnya sudah masuk kategori mendesak untuk diperbaiki.
Jika menunggu kerusakan total baru dilakukan penanganan, maka yang dikorbankan adalah kenyamanan masyarakat dan citra pelayanan pemerintah sendiri.
Jangan Tunggu Viral Baru Bergerak
Video viral yang beredar beberapa waktu lalu seolah menjadi alarm keras terhadap lemahnya pengawasan armada kebersihan. Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya aktif memberikan klarifikasi setelah ramai menjadi sorotan publik.
Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar narasi “bertahap”, melainkan langkah nyata di lapangan agar kendaraan pengangkut sampah benar-benar layak jalan dan tidak lagi meninggalkan sampah di sepanjang jalan raya.
Sebab publik sudah terlalu sering melihat pola yang sama: masalah muncul, viral, ramai diberitakan, lalu baru ada penjelasan.
Padahal pelayanan publik seharusnya bekerja sebelum viral, bukan sesudah menjadi bahan perbincangan masyarakat.
Ferdi