LUMAJANG|SGB-NEWS.ID – Sorotan tajam kembali mengarah ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang. Di tengah rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tahun 2025 yang menempatkan angka pengangguran Lumajang di posisi ke-5 (3,08%), se-Tapal Kuda.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menanggapi hal itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Lumajang Subechan, menegaskan bahwa jika tidak ada perubahan signifikan pada tren penurunan pengangguran, pihaknya telah menyiapkan empat langkah strategis dan inovatif.
“Setiap tahun pengangguran harus ditekan. Jika belum ada perubahan yang signifikan, kami akan memaksimalkan upaya integratif dari hulu ke hilir,” ujar Subechan dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Adapun empat upaya nyata yang akan difokuskan oleh Disnaker Lumajang meliputi:
Sinkronisasi Kebutuhan Pasar Kerja: Membangun komunikasi yang intensif dengan para pelaku usaha guna memetakan secara akurat spesifikasi dan kualifikasi pekerja yang dibutuhkan saat ini.
Peningkatan Kualitas SDM: Menggelar berbagai pelatihan kerja yang adaptif demi mendongkrak kompetensi para pencari kerja lokal agar sesuai dengan kebutuhan riil sektor industri.
Sinergi Iklim Usaha: Berkoordinasi erat dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk menumbuhkembangkan iklim usaha yang sehat dan kondusif bagi penyerapan tenaga kerja.
Jaminan Keamanan Investasi: Menjalin kerja sama dengan pihak-pihak keamanan guna menciptakan rasa aman dalam berinvestasi, sehingga mampu menarik lebih banyak investor yang berdampak pada pembukaan lapangan kerja baru.
Tantangan Anggaran 2026: Job Fair Ditiadakan
Di sisi lain, Subechan tidak menampik adanya tantangan berat dari sektor pembiayaan pada Tahun Anggaran 2026 ini. Akibat adanya keterbatasan anggaran daerah, beberapa program rutin terpaksa mengalami penyesuaian arus prioritas.
Salah satu dampaknya adalah ditiadakannya agenda bursa kerja atau Job Fair yang biasanya menjadi program tahunan.
“Sudah dipastikan bahwa di tahun 2026 kegiatan Job Fair tidak dilakukan karena keterbatasan anggaran,” bebernya.
Sementara itu, untuk program pelatihan kerja yang menjadi salah satu pilar utama peningkatan mutu pencari kerja saat ini statusnya masih tertahan. Pihak Disnaker Lumajang menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan tersebut masih harus menunggu lampu hijau dan persetujuan pada agenda Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) mendatang.
Melalui kombinasi efisiensi anggaran dan penguatan kolaborasi lintas sektor ini, Disnaker Lumajang berharap roda perekonomian dan serapan tenaga kerja di Lumajang tetap bergerak positif di tengah keterbatasan yang ada.
Masih dengan Subechan Sebagai pengganti Jobfair dilakukan kegiatan Walking Interview “Yaitu fasilitas terhadap perusahaan yang ada di Lumajang dalam rekruitmen pekerja dilakukan di Disnaker tentunya dengan bersurat terlebih dahulu untuk menghindari berbenturan dengan kegiatan kedinasan,” pungkasnya.