LUMAJANG, SGB-NEWS – Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor literasi digital sekaligus garda terdepan dalam melawan penyebaran hoaks di tengah derasnya arus informasi yang berkembang di era digital.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pesan tersebut disampaikan Bunda Indah dalam sebuah kegiatan yang menyoroti pentingnya kecerdasan bermedia sosial dan kemampuan menyaring informasi secara bijak. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar masyarakat, khususnya kalangan muda, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Di era digital saat ini, informasi bergerak begitu cepat. Karena itu, kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas menggunakan teknologi, tetapi juga bijak dalam menyaring setiap informasi yang diterima,” ujar Bunda Indah.
Ia menegaskan bahwa anak-anak muda Lumajang memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan positif di ruang digital. Selain mampu mengikuti perkembangan teknologi, generasi muda juga diharapkan mampu menjaga persatuan, menangkal disinformasi, dan menyebarkan konten yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Bunda Indah meyakini bahwa ruang digital tidak hanya menjadi tempat mencari hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkarya, dan membangun masa depan bangsa. Oleh sebab itu, budaya literasi digital perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan.
Pesan tersebut sejalan dengan berbagai upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mendorong penguatan literasi digital, etika bermedia, serta peningkatan kualitas konten yang diproduksi masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.
Menurut Bunda Indah, perkembangan teknologi harus menjadi peluang untuk melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan berkarakter. Dengan memanfaatkan media digital secara positif, generasi muda dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan era informasi.
Ia juga mengingatkan bahwa hoaks dan informasi menyesatkan dapat mengancam persatuan apabila masyarakat tidak memiliki kemampuan literasi yang memadai. Karena itu, setiap pengguna media sosial perlu mengedepankan sikap kritis, memeriksa kebenaran informasi, serta mengutamakan etika dalam berkomunikasi di ruang digital.
Melalui semangat literasi digital, Bunda Indah berharap lahir generasi muda Lumajang yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
“Marilah menjadikan media digital sebagai sarana belajar, berkarya, dan membangun bangsa. Dari Lumajang, kita kirimkan narasi-narasi positif yang mampu menginspirasi Indonesia,” pungkasnya.
Ferdi