SGB-NEWS°LUMAJANG – Jajaran Polres Lumajang melaksanakan pengamanan rangkaian upacara penyambutan kedatangan air suci dari Gunung Semeru serta sejumlah pura utama di Pulau Bali yang digelar di Pura Mandara Giri Semeru Agung (MGSA), Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Kamis (25/6/2026) malam.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian prosesi keagamaan berlangsung aman, tertib, dan khidmat. Upacara tersebut menjadi bagian dari persiapan menjelang piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung yang setiap tahun diikuti umat Hindu dari berbagai daerah.
Sejak sore hari personel kepolisian telah bersiaga di sejumlah titik di kawasan pura. Pengamanan difokuskan pada jalur kedatangan rombongan pembawa air suci, area pelaksanaan ibadah, pintu masuk, hingga lokasi parkir kendaraan guna mengantisipasi kepadatan pengunjung.
Selain personel Polres Lumajang, pengamanan juga melibatkan anggota Koramil Senduro serta sekitar 15 orang Pecalang yang membantu mengatur kelancaran jalannya prosesi adat dan keagamaan.
Suasana penuh khidmat tampak menyelimuti kawasan pura saat rombongan pembawa air suci tiba. Air suci yang berasal dari Gunung Semeru dan sejumlah pura utama di Bali disambut melalui prosesi adat yang sarat makna spiritual.
Setelah prosesi penyambutan selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Pelinggihan yang dipimpin oleh para pemuka agama Hindu.
Selama prosesi berlangsung para personel pengamanan tampak berjaga di berbagai titik strategis. Kehadiran aparat keamanan memberikan rasa aman kepada umat yang mengikuti seluruh tahapan ibadah sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan tertib tanpa mengganggu kekhusyukan prosesi.
Kasubsi PIDM Si Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan pengamanan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun budaya.
“Polres Lumajang berkomitmen memberikan pengamanan maksimal pada setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan masyarakat. Kehadiran personel di lokasi bertujuan memberikan rasa aman sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar,” kata Ipda Suprapto.
Ia menjelaskan pengamanan dilakukan melalui sinergi dengan TNI, Pecalang, panitia, dan seluruh unsur terkait. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman selama pelaksanaan kegiatan.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan. Seluruh personel juga berkoordinasi dengan panitia dan Pecalang sehingga pengaturan arus jamaah maupun kendaraan dapat berjalan dengan baik. Sinergi seperti ini menjadi kekuatan dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.
Menurut Ipda Suprapto, Kabupaten Lumajang dikenal sebagai daerah yang memiliki keberagaman budaya dan agama. Karena itu Polres Lumajang terus berupaya menjaga toleransi melalui pelayanan keamanan pada setiap kegiatan keagamaan.
“Polri hadir untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Pengamanan ini juga merupakan bentuk penghormatan terhadap kebebasan beragama serta upaya menjaga kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kabupaten Lumajang,” tambahnya.
Selama pelaksanaan upacara tidak ditemukan gangguan yang berarti. Seluruh rangkaian penyambutan air suci hingga Upacara Pelinggihan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.
Keberhasilan pengamanan tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antara Polri, TNI, Pecalang, pengurus pura, dan masyarakat dalam menjaga keamanan setiap kegiatan keagamaan.
“Polres Lumajang menegaskan akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat melalui pengamanan yang profesional, humanis, dan responsif sehingga setiap agenda keagamaan maupun budaya dapat berlangsung dengan aman serta memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman,” Pungkasnya