SGB°PROBOLINGGO – Semangat kebersamaan dan pemberdayaan perempuan terasa kuat dalam kegiatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang digelar di halaman Kantor Satpol PP Kota Probolinggo, Rabu (13/5/2026). Kegiatan yang dikemas meriah dengan bazar UMKM dan berbagai perlombaan itu dipadati peserta serta masyarakat sejak pagi hari.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dengan mengusung tema “PKK Bergerak, Perempuan Berdaya”, acara tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Deretan tenda UMKM tampak memenuhi area kegiatan. Berbagai kuliner tradisional, makanan kekinian hingga jajanan rakyat dijajakan kepada pengunjung yang datang silih berganti. Aroma makanan yang menggoda berpadu dengan semangat peserta lomba membuat suasana semakin hidup.
Kegiatan HKG PKK kali ini diisi dengan lima perlombaan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai unsur masyarakat dan organisasi perempuan. Mulai dari lomba memasak, senam pagi, yel-yel dan jingle, kreativitas daur ulang sampah hingga meracik sambal menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menyedot perhatian pengunjung.
Tidak sekadar perlombaan biasa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga sekaligus menumbuhkan kreativitas masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Di tengah ramainya kegiatan, perhatian pengunjung tertuju pada penampilan dr. Evariani, istri Wali Kota Probolinggo. Dengan penuh semangat dan tanpa canggung, ia ikut naik ke atas panggung untuk memasak semur tahu bersama seorang koki dalam sesi yang disponsori oleh Kecap ABC Hitam Manis.
Suasana panggung pun mendadak ramai. Tepuk tangan dan sorak dukungan terdengar dari peserta maupun pengunjung yang menyaksikan langsung proses memasak tersebut. dr. Evariani tampak menikmati setiap proses memasak sambil sesekali berinteraksi dengan masyarakat.
Momen itu menjadi simbol sederhana bahwa seorang pemimpin perempuan tidak harus selalu tampil formal dan berjarak. Kehadiran dr. Evariani di tengah masyarakat menunjukkan pendekatan yang hangat sekaligus membangun kedekatan emosional dengan warga.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena bukan hanya hiburan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat kecil,” ujar salah satu pengunjung di lokasi kegiatan.
Bazar UMKM menjadi salah satu titik paling ramai dalam acara tersebut. Banyak pelaku usaha mengaku terbantu dengan adanya kegiatan yang menghadirkan banyak pengunjung. Produk makanan, minuman hingga kerajinan tangan laris dibeli masyarakat.
Bagi para pelaku UMKM, kegiatan semacam ini bukan hanya kesempatan berjualan, tetapi juga bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap usaha rakyat kecil agar terus berkembang di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.
Sementara itu, antusiasme peserta lomba juga menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Kota Probolinggo. Meski berlangsung kompetitif, suasana tetap penuh canda dan kekeluargaan.
Warna-warni pakaian peserta yang memenuhi area acara menambah semarak suasana pagi itu. Musik, yel-yel dan gelak tawa terdengar bersahutan sejak awal acara hingga menjelang siang hari.
Melalui kegiatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 ini, Pemerintah Kota Probolinggo tidak hanya menghadirkan hiburan rakyat, tetapi juga menghidupkan ruang kreativitas, memperkuat peran perempuan serta mendorong geliat ekonomi kerakyatan.
Di balik kemeriahan acara, ada pesan yang terasa jelas: perempuan bukan hanya pelengkap dalam pembangunan, tetapi motor penggerak keluarga, ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.
Dan dari panggung sederhana tempat semur tahu dimasak pagi itu, semangat pemberdayaan perempuan tampaknya benar-benar sedang diracik bersama masyarakat Kota Probolinggo.
Ferdi