SGB°KOTA PROBOLINGGO – Video yang viral di media sosial terkait dugaan intimidasi terhadap seorang wisatawan wanita asal Cina di kawasan Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo, akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak kepolisian.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Melalui Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Zainullah, kepolisian menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi pada Senin 11 Mei 2026 tersebut tidak seperti narasi yang berkembang di media sosial.
Zainullah menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran dan pemeriksaan di lapangan, situasi saat itu sebenarnya merupakan bentuk kesalahpahaman komunikasi antara beberapa warga dengan wisatawan asing yang tengah berada di area terminal.
“Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait, tidak ditemukan adanya tindakan intimidasi maupun kekerasan sebagaimana yang ramai diberitakan di media sosial,” ujar Zainullah.
Ia mengatakan, anggota Polres Probolinggo Kota bergerak cepat usai video tersebut menyebar luas untuk memastikan kondisi wisatawan dalam keadaan aman serta menghindari munculnya informasi yang dapat memicu keresahan masyarakat.
Menurutnya, wisatawan wanita tersebut juga telah mendapatkan pendampingan dan situasi berhasil diselesaikan secara humanis tanpa adanya tindakan yang merugikan pihak mana pun.
Zainullah mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Ia meminta warga tidak langsung mempercayai narasi yang belum tentu sesuai fakta di lapangan.
“Jangan mudah terpancing oleh potongan video yang belum diketahui kronologi lengkapnya. Pastikan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya,” tegasnya.
Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga citra Kota Probolinggo sebagai daerah yang aman, ramah dan terbuka terhadap wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Langkah cepat klarifikasi yang dilakukan Polres Probolinggo Kota dinilai menjadi bentuk komitmen aparat dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat digital yang bergerak sangat cepat.
Dengan adanya penjelasan resmi tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami duduk persoalan secara utuh dan tidak lagi terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Ferdi