Sgb°Probolinggo – Viral sebuah video amatir yang memperlihatkan truk pengangkut sampah dalam kondisi diduga rusak dan bolong melintas di wilayah Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, memantik kemarahan masyarakat. Dalam video tersebut, sampah tampak berjatuhan dan berserakan di jalan raya saat kendaraan tetap dipaksakan beroperasi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pemandangan itu langsung menuai sorotan tajam. Sebab kendaraan yang seharusnya mengangkut kebersihan justru diduga menjadi sumber kekotoran di jalan umum. Warga pun menilai kondisi tersebut sebagai bentuk buruknya pengawasan terhadap armada pelayanan publik.
“Tolong diperbaiki pak, sampah berserakan di jalan,” ucap perekam video dengan nada kecewa.
Kalimat singkat itu kini menjadi kritik keras yang menggambarkan keresahan masyarakat. Sebab persoalan kendaraan pengangkut sampah rusak bukan lagi rahasia umum. Namun ironisnya, kondisi seperti itu seolah terus dianggap biasa.
Publik mempertanyakan bagaimana kendaraan dengan kondisi bak bolong masih bisa dioperasikan di jalan raya. Apakah memang tidak ada pemeriksaan rutin? Atau kerusakan sengaja dibiarkan sampai viral baru dianggap penting?
Yang membuat sorotan semakin tajam, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, Dr. Roby Siswanto, S.T., M.T., nomor WhatsApp awak media diketahui masih dalam kondisi diblokir.
Sikap tersebut memunculkan kesan buruk di mata masyarakat. Sebab pejabat publik semestinya siap menerima kritik dan memberikan penjelasan ketika pelayanan yang menjadi tanggung jawabnya disorot warga.
Media bukan musuh pemerintah. Wartawan menjalankan fungsi kontrol sosial agar pelayanan publik tidak berjalan semaunya sendiri. Ketika akses komunikasi justru diblokir, publik tentu berhak menilai ada sikap anti kritik di dalam birokrasi.
Persoalan ini bukan sekadar sampah tercecer di jalan. Ini soal wajah pelayanan publik yang dipertontonkan ke masyarakat setiap hari. Jika armada pengangkut sampah saja dibiarkan rusak hingga menyebarkan sampah di jalan raya, maka publik wajar mempertanyakan keseriusan pengelolaan kebersihan di Kabupaten Probolinggo.
Ironisnya, masyarakat selama ini diminta menjaga lingkungan tetap bersih, sementara kendaraan milik instansi sendiri justru meninggalkan jejak sampah di sepanjang jalan. Situasi ini menjadi tamparan keras bagi instansi yang seharusnya menjadi garda terdepan urusan kebersihan.
Kini masyarakat menunggu langkah nyata dari DLH Kabupaten Probolinggo. Bukan sekadar diam setelah video viral, bukan pula klarifikasi normatif yang berputar-putar. Yang dibutuhkan warga sederhana, perbaiki armada, benahi pengawasan, dan jangan alergi terhadap kritik.
Sebab jika kendaraan rusak tetap dipaksakan beroperasi dan komunikasi dengan media malah diblokir, maka publik akan semakin yakin bahwa yang bermasalah bukan hanya bak truknya, tetapi juga cara pengelolaannya.
Ferdi & Tim