Sgb-news.id – Dalam dunia jurnalistik, sebuah berita tidak cukup hanya menarik untuk dibaca. Berita juga harus mampu menyampaikan informasi secara lengkap, akurat, dan mudah dipahami oleh pembaca. Untuk mencapai tujuan tersebut, SGB-NEWS.ID menggunakan rumus penulisan berita yang dikenal dengan ADIK SIMBA.
Rumus ini menjadi pedoman dasar bagi wartawan dan penulis berita dalam mengumpulkan data, menyusun informasi, hingga menyajikannya dalam bentuk artikel yang utuh dan berimbang. Dengan ADIK SIMBA, sebuah berita tidak hanya menjawab pertanyaan tentang apa yang terjadi, tetapi juga memberikan gambaran lengkap mengenai lokasi, tujuan, pihak yang terlibat, fokus persoalan, serta proses terjadinya suatu peristiwa.
Apa Itu ADIK SIMBA?
ADIK SIMBA merupakan singkatan dari:
A = Apa
DI = Di Mana
K = Ke Mana
SI = Siapa
M = Mana
BA = Bagaimana
Keenam unsur tersebut harus terdapat dalam setiap artikel berita agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kebingungan dan dapat dipahami secara menyeluruh oleh pembaca.
A = Apa
Unsur pertama adalah Apa. Bagian ini menjelaskan peristiwa atau kejadian yang menjadi pokok berita.
Pertanyaan yang harus dijawab adalah:
Apa yang terjadi?
Apa kegiatan yang dilaksanakan?
Apa masalah yang sedang dibahas?
Contoh:
“Pemerintah Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi percepatan pembangunan infrastruktur daerah.”
Melalui unsur ini, pembaca langsung mengetahui inti informasi yang disampaikan.
DI = Di Mana
Setelah mengetahui peristiwanya, pembaca perlu mengetahui lokasi kejadian.
Pertanyaan yang harus dijawab adalah:
Di mana kegiatan berlangsung?
Di mana peristiwa terjadi?
Contoh:
“Rapat koordinasi dilaksanakan di Kantor Pemerintah Kabupaten Probolinggo.”
Keterangan lokasi membantu pembaca memahami konteks berita secara lebih jelas.
K = Ke Mana
Ke Mana menjelaskan arah, tujuan, sasaran, atau tindak lanjut dari suatu kegiatan atau kebijakan.
Pertanyaan yang harus dijawab adalah:
Ke mana program tersebut diarahkan?
Ke mana hasil kegiatan akan ditindaklanjuti?
Ke mana manfaatnya ditujukan?
Contoh:
“Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan desa.”
Unsur ini penting karena menjelaskan tujuan yang ingin dicapai dari sebuah kegiatan.
SI = Siapa
Bagian ini menjelaskan pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa atau kegiatan.
Pertanyaan yang harus dijawab adalah:
Siapa yang hadir?
Siapa yang bertanggung jawab?
Siapa yang memberikan pernyataan?
Contoh:
“Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Probolinggo, Ketua DPRD, serta kepala perangkat daerah.”
Kehadiran unsur ini memperjelas aktor utama dalam sebuah peristiwa.
M = Mana
Mana merupakan ciri khas yang digunakan SGB-NEWS.ID untuk memperdalam isi berita. Unsur ini menjelaskan fokus utama, data penting, persoalan yang menjadi perhatian, atau bagian yang paling menonjol dalam sebuah peristiwa.
Pertanyaan yang harus dijawab adalah:
Mana yang menjadi prioritas?
Mana yang menjadi sorotan?
Mana data yang paling penting?
Contoh:
“Salah satu fokus utama pembahasan adalah peningkatan kualitas jalan dan irigasi yang menjadi kebutuhan masyarakat.”
Unsur ini membantu pembaca memahami inti persoalan yang sedang dibahas.
BA = Bagaimana
Bagaimana menjelaskan proses, kronologi, mekanisme, hasil, dampak, atau perkembangan suatu peristiwa.
Pertanyaan yang harus dijawab adalah:
Bagaimana proses kegiatan berlangsung?
Bagaimana hasil yang dicapai?
Bagaimana dampaknya bagi masyarakat?
Contoh:
“Pembahasan dilakukan melalui diskusi bersama seluruh perangkat daerah dan menghasilkan sejumlah rekomendasi pembangunan prioritas.”
Bagian ini menjadi penjelasan lengkap yang membuat berita lebih informatif dan tidak sekadar menyampaikan fakta permukaan.
Penerapan ADIK SIMBA Dalam Artikel Berita
Dalam praktiknya, wartawan SGB-NEWS.ID dapat menyusun berita dengan pola berikut:
Judul Menggambarkan inti peristiwa secara singkat dan menarik.
Paragraf Pembuka Memuat unsur Apa, Di Mana, dan Siapa.
Isi Berita Mengembangkan unsur Ke Mana, Mana, dan Bagaimana disertai data serta kutipan narasumber.
Penutup Berisi kesimpulan, dampak, tindak lanjut, atau harapan ke depan.
Kesimpulan
ADIK SIMBA bukan sekadar rumus penulisan berita, melainkan panduan berpikir bagi seorang wartawan dalam menyusun informasi secara sistematis. Dengan menjawab pertanyaan Apa, Di Mana, Ke Mana, Siapa, Mana, dan Bagaimana, sebuah artikel berita akan menjadi lebih lengkap, mudah dipahami, serta memiliki nilai informasi yang tinggi bagi masyarakat.
Karena itu, setiap penulis dan wartawan SGB-NEWS.ID wajib memahami dan menerapkan rumus ADIK SIMBA dalam setiap karya jurnalistik yang dipublikasikan. Dengan cara tersebut, berita yang dihasilkan tidak hanya cepat tersampaikan, tetapi juga berkualitas, faktual, dan bermanfaat bagi publik.
Ferdi