SGB-News.id | Probolinggo – Antusiasme masyarakat Kota Probolinggo terhadap gelaran Piala Dunia 2026 kembali terlihat. Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola dunia yang berlangsung di GOR A. Yani, Kamis malam (18-19/06/2026) malam.
Pada kesempatan tersebut, laga Grup A antara Republik Ceko menghadapi Afrika Selatan menjadi tontonan utama. Ratusan masyarakat bersama jajaran Pemerintah Kota Probolinggo memadati lokasi untuk menikmati atmosfer pertandingan secara bersama-sama.
Hadir dalam kegiatan itu Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, sejumlah kepala perangkat daerah, serta masyarakat dari berbagai kalangan.
Sejak pertandingan dimulai, suasana nobar berlangsung meriah. Para penonton tampak fokus menyaksikan duel kedua tim yang berlangsung sengit. Republik Ceko tampil agresif sejak awal laga dan berhasil membuka keunggulan melalui gol M. Sadilek pada menit ke-6 setelah memanfaatkan peluang dari skema serangan yang dibangun timnya.
Afrika Selatan yang berada dalam posisi tertinggal tidak tinggal diam. Tim berjuluk Bafana Bafana tersebut terus berupaya menekan pertahanan lawan dengan menciptakan sejumlah peluang. Namun, kokohnya lini belakang Republik Ceko membuat skor 1-0 tetap bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin menarik dengan kedua tim saling melancarkan serangan. Afrika Selatan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan setelah wasit menunjuk titik putih akibat insiden bola mengenai tangan pemain Ceko Pavel Sulc di area penalti.
Teboho Mokoena yang dipercaya sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan mengubah skor menjadi 1-1. Hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan, kedua negara harus puas berbagi angka.
Di sela kegiatan nobar, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya siaran resmi Piala Dunia 2026 yang dapat dinikmati masyarakat. Ia juga mengajak warga untuk ikut merasakan kemeriahan turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut melalui kegiatan bersama.
Menurutnya, agenda nobar menjadi salah satu bentuk ruang interaksi positif antara pemerintah dan masyarakat sekaligus dapat memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil.
“Kami mengikuti arahan dari pemerintah pusat agar kegiatan nobar Piala Dunia dapat digelar sebanyak mungkin. Selain menjadi hiburan masyarakat, kami berharap kegiatan ini juga mampu membuka peluang bagi UMKM agar ikut mendapatkan manfaat ekonomi,” ujar Aminuddin.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Probolinggo akan mempertimbangkan pelaksanaan nobar lanjutan pada pertandingan-pertandingan berikutnya dengan menyesuaikan jadwal yang tersedia.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Probolinggo berharap momen Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi hiburan olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat serta menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.