Probolinggo, SGB-news.id – Dugaan penyimpangan dalam proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Topi–Desa Jurangjero, Kaliacar, OPO OPO, Jati, Urip, Patemon, Temenggungan, Krejengan, Brani Wetan, Kamal Kuning, hingga Gading–Krejengan–Kraksaan–Maron, Kabupaten Probolinggo, semakin menguat setelah wartawan SGB-News.id menunggu hingga hari ketiga tanpa memperoleh jawaban resmi dari pihak pelaksana, CV Surya Wira Perkasa.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Proyek senilai Rp4.907.620.000,00 berdasarkan Kontrak No. 036.33/21635/104.608/2015 tersebut sebelumnya ditemukan memiliki beberapa dugaan ketidaksesuaian teknis di lapangan. Temuan itu mencakup:
1. Sambungan saluran lama ke saluran baru diduga tidak dilengkapi penutup sesuai spesifikasi teknis.
2. Material batu sungai yang digunakan dinilai tidak memenuhi ukuran yang telah dipersyaratkan dalam dokumen pekerjaan.
3. Galian pondasi ditemukan tidak menggunakan pasir sebagai dasar, padahal ketentuan teknis mensyaratkannya.
Wartawan telah menghubungi pihak pelaksana sejak tiga hari lalu untuk memperoleh klarifikasi. Namun hingga hari ketiga, tidak ada satu pun pernyataan resmi yang diberikan. Kontak perusahaan yang tertera dalam dokumen proyek juga tidak merespons panggilan maupun pesan.
Sebelumnya, seorang staf yang mengaku hanya bertugas dalam urusan administrasi menyatakan akan melakukan koordinasi dengan atasan. Namun setelah itu, komunikasi terhenti tanpa ada tindak lanjut maupun kejelasan siapa yang berwenang memberikan penjelasan teknis terkait dugaan penyimpangan.
Ketiadaan respons selama tiga hari ini menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi pengelolaan anggaran negara dalam proyek tersebut. Minimnya itikad pelaksana proyek untuk memberikan klarifikasi semakin memperkuat dugaan adanya masalah dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Mengingat proyek ini menggunakan dana publik bernilai miliaran rupiah, aparat pengawas internal pemerintah, dinas terkait, serta penegak hukum diminta segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Tindakan cepat diperlukan untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran spesifikasi, penyimpangan volume pekerjaan, ataupun dugaan praktik merugikan negara.
Tim Media akan terus mengawal isu ini dan menunggu setiap penjelasan resmi dari pihak pelaksana. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada klarifikasi, tanggapan, ataupun upaya komunikasi apa pun dari CV Surya Wira Perkasa.
Tim-Redaksi