SGB-News.id – Payung akan di genggam erat saat Hujan Turun, dan akan ditinggalkan saat hujan berhenti. Dari situlah bisa mengambil pelajaran berharga.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Begitulah hidup manusia, banyak yang datang saat dibutuhkan.
Namun, pergi begitu tanpa pesan.
Mereka tak lagi merasa perlu, padahal kehadiran yang tulus bukan diukur dari musim atau keadaan, melainkan dari hati yang tetap setia meski tak lagi di minta.
Payung mungkin diam, dan tak pernah mengeluh. Namun setia selalu meneduhkan meski tahu setelah hujan redah akan di sisihkan di sisi ruang dan dilupakan.
Dari situlah kita belajar arti Ketulusan. Menjadi berguna tanpa pamrih, menjadi pelindung tanpa harus dikenal, dan tetap bertahan meski tak lagi dihargai.
Hidup lebih indah jika belajar menghargai.
Setiap Payung yang pernah meneduhkan langkah ditengah badai kehidupan.
Sebab, tak selamanya hujan turun, dan tak selamanya ada seseorang yang mau berdiri di sampingnya saat dunia tak bersahabat.
Jangan menunggu kehilangan untuk belajar menghargai, karena apa yang tulus hari ini mungkin tak akan kembali esok hari.
Peteng Dedet Turu Anteng Dipeluk Bumi🙏🙏🙏
Penulis : Hud