PROBOLINGGO, SGB News — Pemerintah Kota Probolinggo tidak ingin koperasi jalan di tempat. Lewat Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), pemkot mendorong koperasi kelurahan bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUP) ini diikuti pengurus KKMP dari seluruh kelurahan. Fokusnya jelas: meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha koperasi agar tidak hanya berkutat pada administrasi, tetapi mampu membaca peluang pasar dan membangun jaringan usaha.
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari menegaskan bahwa koperasi harus menjadi instrumen nyata penguatan ekonomi warga. Menurutnya, koperasi yang dikelola secara profesional akan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, terutama di tingkat kelurahan.
“Koperasi tidak boleh stagnan. Harus punya visi usaha, tata kelola yang sehat, dan keberanian berinovasi,” pesannya saat membuka kegiatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Probolinggo, Slamet Swantoro, menjelaskan bahwa bimtek ini dirancang untuk memperkuat sumber daya manusia pengurus koperasi. Mulai dari pengembangan usaha, manajemen keuangan, hingga kesiapan menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Pelatihan ini juga sejalan dengan kebijakan nasional tentang percepatan pembentukan dan penguatan koperasi desa/kelurahan. Dengan pendampingan narasumber profesional, pemkot berharap KKMP mampu naik kelas bukan sekadar papan nama koperasi, tetapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi lokal.
Singkatnya, pesan dari kegiatan ini tegas: koperasi kelurahan harus siap bersaing, atau tertinggal. Dan Pemkot Probolinggo memilih opsi pertama.
Redaksi
