Denpasar, Bali – Sgb-news.id,-Polda Bali menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi Operasi Ketupat Agung 2026 guna memastikan keamanan dan kelancaran masyarakat dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam operasi ini, sebanyak 2.169 personel diterjunkan untuk menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Bali.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pelaksanaan operasi tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang digelar di Lapangan Iptu Soetardjo, yang berada di kompleks Mako Brimob Polda Bali, Tohpati, Denpasar, pada Kamis (12/3/2026).
Apel ini dihadiri sejumlah pimpinan daerah dan unsur terkait yang turut mendukung pengamanan terpadu selama momentum hari besar keagamaan tersebut.
Sejumlah pejabat penting hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wayan Koster selaku Gubernur Bali, Daniel Adityajaya, serta Piek Budyakto.
Selain itu, apel juga diikuti jajaran TNI pemerintah daerah, serta berbagai instansi yang terlibat dalam pengamanan.
Dalam amanatnya, Kapolda Bali Daniel Adityajaya menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Agung 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini merupakan bentuk komitmen kepolisian untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan selama periode perayaan keagamaan.
Menurutnya, terdapat dua tujuan utama dari pelaksanaan operasi ini. Pertama, mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Kedua, menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif menjelang, saat, hingga setelah rangkaian perayaan Nyepi dan Idul Fitri.
“Operasi ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah maupun yang melakukan perjalanan selama masa libur.
Dengan dukungan dari TNI serta stakeholder terkait, kami optimistis pengamanan dapat berjalan maksimal,” ujar Kapolda Bali.
Untuk mendukung pelaksanaan pengamanan, Polda Bali menyiapkan 31 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah strategis.
Pos tersebut terdiri dari 15 Pos Pengamanan (Pos Pam), 11 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 5 Pos Terpadu.
Seluruh pos ini akan diisi oleh personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait guna memberikan pelayanan sekaligus menjaga keamanan masyarakat.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada berbagai objek vital dan pusat keramaian yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama masa perayaan.
Di antaranya terdapat 256 masjid, 539 musala, 351 lokasi pelaksanaan salat Id, serta 308 titik kegiatan malam takbiran yang menjadi perhatian khusus aparat keamanan.
Fasilitas publik dan objek wisata juga tidak luput dari pengamanan, seperti Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, delapan pelabuhan laut, 11 terminal bus, 77 objek wisata, 59 pasar tradisional, tujuh pasar modern, serta 37 pusat perbelanjaan yang diprediksi akan dipadati masyarakat maupun wisatawan.
Di sisi lain, Polda Bali juga memberikan perhatian khusus terhadap rangkaian kegiatan menjelang Hari Raya Nyepi yang pada tahun ini jatuh pada 19 Maret 2026.
Sejumlah tradisi keagamaan khas Bali seperti Tawur Agung Kesanga serta Pawai Ogoh-ogoh yang biasanya digelar sehari sebelum Nyepi akan mendapatkan pengamanan ketat guna memastikan kegiatan berlangsung tertib dan aman.
Kapolda Bali menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup pengaturan lalu lintas, pengawasan aktivitas masyarakat, serta koordinasi lintas instansi guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.
Dengan digelarnya Operasi Ketupat Agung 2026, diharapkan seluruh rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri di Bali dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di Pulau Dewata selama momentum penting tersebut. (Yasir)