Menu

Mode Gelap
Berawal dari Mayat Tanpa Petunjuk, Polisi Akhirnya Bongkar Pembunuhan Sadis di Pantai Permata Polisi Datangi Petani di Kademangan, Tampung Keluhan Hingga Ajak Jaga Produksi Pangan Polsek Kademangan Ajak Petani Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Diskominfo Kota Probolinggo Perkuat Keterbukaan Informasi Lewat PPID Awards 2026 dan Peluncuran Super App B Link AIPDA Amiruddin : Kehadiran Satlantas di Jalan Bentuk Pelayanan Jamin Keselamatan dan Kenyamanan Masyarakat Warga Kompak Bangun Jalan Desa Lewat TMMD ke-129 di Ledoktempuro Randuangung Bersama TNI-POLRI

Lumajang

Ratusan Warga Gruduk Kantor Dispendukcapil Lumajang, Keluhkan Pelayanan Kecamatan Lambat

badge-check

Ratusan Warga Gruduk Kantor Dispendukcapil Lumajang, Keluhkan Pelayanan Kecamatan Lambat Perbesar

SGB-NEWS°LUMAJANG – Ratusan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lumajang memadati Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Senin (6/7/2026). Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak antrean panjang mengular hingga memadati ruang tunggu pelayanan.

Banyaknya warga yang memilih datang langsung ke kantor kabupaten ini disinyalir karena lambatnya proses pengurusan dokumen adminduk di tingkat kecamatan.

Salah seorang warga asal Desa Pejarakan yang enggan disebutkan namanya mengaku sengaja datang langsung ke Kantor Dispendukcapil untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) baru. Ia memilih jalur ini karena menilai pelayanan di tingkat kecamatan memakan waktu yang cukup lama.

“Saya ngurus KTP, Mas. Kalau ngurus di kecamatan lama,” ujarnya singkat saat diwawancarai di lokasi antrean.

Keluhan senada juga disampaikan oleh seorang warga asal Kecamatan Yosowilangun berinisial RJ. Saat ditemui di ruang tunggu, RJ mengeluhkan birokrasi dan masa tunggu pengurusan di tingkat kecamatan yang dinilai kurang efektif bagi masyarakat yang membutuhkan dokumen dengan cepat.

“Kalau mengurus di tingkat kecamatan itu lama, bisa hampir dua minggu,” keluh RJ.

Menanggapi hal itu Kepala Bidang (Kabid), Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Slamet Nasib menyampaikan Menumpuknya warga di Kantor Dispendukcapil Lumajang sebenarnya dampak berantai dari kendala teknis yang terjadi di tingkat kecamatan. Ada dua masalah utama yang membuat pelayanan di kecamatan melambat.

“Pertama, masalah logistik pencetakan. Untuk mencetak KTP-el dan KIA (Kartu Identitas Anak) itu butuh tinta khusus (ribbon), lapisan film, dan blanko yang ketersediaannya sering kali terbatas atau habis di tingkat kecamatan. Akibatnya, kecamatan tidak bisa langsung mencetak fisik kartu dan prosesnya jadi tertunda,” katanya.

“Yang Kedua, banyak alat rekam biometrik yang rusak. Alat untuk foto, rekam sidik jari, dan retina mata di beberapa kecamatan saat ini kondisinya sedang rusak karena usia pakai. Karena pengadaan atau perbaikan alat baru ini butuh proses pengajuan anggaran yang memakan waktu, pelayanan rekam data di kecamatan akhirnya terhambat,” imbuhnya.

Masih dengan Slamet Jadi, warga memilih langsung datang ke kantor pusat di kabupaten karena di sana fasilitas dan logistiknya jauh lebih siap. Ke depan, memang perlu ada percepatan perbaikan alat dan distribusi logistik ke kecamatan agar warga tidak perlu jauh-jauh mengantre di kabupaten.

Ketika dikonfirmasi salah satu camat di Lumajang mengungkapkan Pengajuan Kartu Keluarga (KK), mayoritas sudah melalui e-Paket dari desa, ada yang langsung tapi sedikit, dan selama tidak ada kendala jaringan internet, KK dapat segera dicetak.

Sedangkan utk pengurusan KTP masih dilakukan secara kolektif ke Dispendukcapil karena keterbatasan ribbon dan film untuk pencetakan KTP.

Hingga berita ini diturunkan, Warga berharap ada evaluasi dan peningkatan sistem pelayanan di tingkat kecamatan agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang dan mengantre panjang di kantor pusat. (SOF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Warga Kompak Bangun Jalan Desa Lewat TMMD ke-129 di Ledoktempuro Randuangung Bersama TNI-POLRI

16 Juli 2026 - 23:19 WIB

Pendapatan Daerah Turun, Belanja Naik Rp245 Miliar; Wabup Yudha Aji Kusuma Beberkan Postur P-APBD Lumajang 2026

16 Juli 2026 - 20:02 WIB

Pasca-Kejadian Kedungjajang, Dinsos Lumajang Serukan Gerakan Massif Sinergi Cegah Kekerasan Anak

16 Juli 2026 - 19:01 WIB

Dinsos Lumajang Jangkau Korban Anak di Kedungjajang, Siapkan LKSA demi Jamin Masa Depan Korban

16 Juli 2026 - 18:50 WIB

DPRD Lumajang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Raperda Perubahan APBD 2026 

16 Juli 2026 - 13:27 WIB

Trending di Daerah