PROBOLINGGO, Sgb-News.id – Proyek peningkatan jalan di sepanjang Jl. Soekarno – Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, menjadi sorotan tajam karena diduga kuat dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis. Di lapangan, ditemukan sejumlah kejanggalan serius, mulai dari kualitas material yang buruk hingga minimnya transparansi proyek yang terkesan ditutup-tutupi.
Salah satu temuan paling mencolok adalah ketebalan pipa paralon yang tidak sesuai dengan klaim pelaksana proyek. Yoga, selaku pelaksana, menyatakan bahwa pipa yang digunakan berukuran 8 inci dengan ketebalan 6 milimeter. Namun, klaim tersebut terbantahkan setelah awak media melakukan pengukuran langsung di lokasi.
“Katanya tebalnya 6 mili, tapi setelah kami ukur sendiri ternyata hanya 4 mili. Ini jelas pembohongan spesifikasi,” ujar salah seorang awak media di lokasi, Selasa (14/10/2025).
Kejanggalan tidak berhenti di situ. Kualitas beton yang digunakan untuk proyek juga sangat patut dipertanyakan. Secara kasat mata, terlihat banyak material cor yang pecah dan rapuh. Ironisnya, pengakuan mengejutkan datang dari para pekerja di lapangan. Saat ditanyai, mereka dengan jujur mengakui bahwa adukan beton yang mereka gunakan memang tidak sesuai standar yang seharusnya.
Masalah material juga merembet ke kualitas pasir. Proyek ini diketahui menggunakan pasir lokal yang dicampur dengan material lain, yang kualitasnya jauh dari standar kelayakan untuk sebuah proyek infrastruktur pemerintah.
Parahnya lagi, proyek yang diduga menelan anggaran publik yang tidak sedikit ini berjalan layaknya ‘proyek siluman’ tanpa papan nama informasi. Saat awak media mencoba mencari informasi dasar seperti nama kontraktor, nilai anggaran, dan durasi pengerjaan, papan nama proyek tidak ditemukan di sekitar lokasi.
Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Yoga hanya memberikan jawaban singkat. “Papan nama proyek memang belum dipasang,” akunya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Sikap tertutup dan temuan material di bawah standar ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai fungsi pengawasan dari dinas terkait. Proyek yang seharusnya meningkatkan kualitas infrastruktur bagi masyarakat ini justru berpotensi merugikan keuangan negara dan membahayakan keselamatan publik di kemudian hari. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak dari dinas terkait yang dapat dimintai keterangan.
Tim-Redaksi