Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Kabupaten Lumajang, Dr. Bekti Sawiji, M.Pd.
SGB-NEWS°LUMAJANG – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Kabupaten Lumajang, Dr. Bekti Sawiji, M.Pd., menghadiri acara wisuda dan pelepasan siswa-siswi kelas IX SMP Tahfidz Al-Azhar serta kelas XII SMA An-Nur, Tempeh. Prosesi sakral tersebut diselenggarakan di Hotel Aston Inn, Lumajang, Sabtu (27/6/2026) pagi.
Acara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung dengan khidmat. Kehadiran Dr. Bekti Sawiji menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Lumajang terhadap institusi pendidikan, khususnya sekolah yang memadukan kurikulum nasional dengan pendidikan karakter serta nilai-nilai tahfidz Al-Qur’ani.
Dr. Bekti Sawiji menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak yayasan, para pendidik, serta orang tua murid. Beliau menekankan bahwa keberhasilan siswa bukan sekadar capaian akademis di atas kertas, melainkan bagaimana ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan menjadi bekal moral yang kuat di masa depan.
“Pendidikan yang memadukan intelektualitas dan spiritualitas, seperti yang diterapkan di SMP Tahfidz Al-Azhar dan SMA An-Nur, adalah modal berharga bagi generasi penerus Lumajang. Kita berharap para lulusan ini tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki akhlak mulia yang menjadi fondasi karakter mereka dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar Dr. Bekti.
Prosesi wisuda berjalan lancar dengan suasana haru dan bangga dari para orang tua yang menyaksikan putra-putrinya menyelesaikan jenjang pendidikan mereka. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara jajaran Dinas Pendidikan, pihak sekolah, serta keluarga besar wisudawan.
Sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Dr. Bekti Sawiji memberikan tanggapan positif terkait peran sekolah berbasis keagamaan di wilayah Lumajang.
“Saya merasa bangga dan optimis melihat semangat dari SMP Tahfidz Al-Azhar dan SMA An-Nur. Di era digital saat ini, pendidikan yang kuat pada sisi karakter dan keagamaan adalah benteng utama bagi anak didik kita. Saya berpesan kepada para lulusan untuk terus menuntut ilmu, menjaga nama baik almamater, dan berkontribusi positif bagi daerah kita tercinta, Lumajang,” Tandasnya.
Lebih lanjut Dr. Bekti menyampaikan Tantangan sekolah dengan jumlah peserta didik yang masih sedikit adalah membangun kepercayaan masyarakat melalui kualitas.
“Justru dengan jumlah siswa yang terbatas, pembinaan dapat dilakukan lebih intensif dan lebih dekat. Saya berharap sekolah terus berinovasi, meningkatkan mutu layanan, dan menunjukkan prestasi, sehingga semakin banyak masyarakat yang percaya dan memilih sekolah ini sebagai tempat pendidikan putra-putrinya,” pungkasnya.