Dok: kaki tanpa alas berada di atas pecahan kaca
SGB-NEWS° LUMAJANG – Prosesi wisuda dan pelepasan siswa kelas IX SMP Tahfidz Al-Azhar serta kelas XII SMA An-Nur Tempeh di Hotel Aston Inn, Lumajang, Sabtu (27/6/2026), berlangsung tidak seperti acara kelulusan pada umumnya. Selain prosesi formal, acara ini dimeriahkan dengan unjuk kebolehan fisik dan mental yang memukau para tamu undangan.
Setelah prosesi pemberian ijazah selesai, suasana mendadak menjadi tegang namun mengundang decak kagum. Sejumlah siswa tampil melakukan atraksi berjalan di atas hamparan pecahan kaca. Aksi ini dilakukan dengan tenang, menunjukkan konsentrasi tinggi serta ketangkasan fisik yang telah dilatih secara khusus.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang, Dr. Bekti Sawiji, M.Pd., yang hadir dalam kesempatan tersebut, tampak memberikan apresiasi. Atraksi ini menjadi bukti bahwa SMP Tahfidz Al-Azhar dan SMA An-Nur tidak hanya fokus pada kurikulum akademik dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membekali siswa dengan ketahanan mental (mental toughness) dan kepercayaan diri yang luar biasa.
“Jumlah lulusan tahun ini memang tidak banyak, tetapi setiap anak memiliki potensi yang luar biasa. Keberhasilan pendidikan tidak diukur dari banyaknya lulusan, melainkan dari sejauh mana sekolah mampu membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai agama, dan membekali peserta didik agar siap melanjutkan pendidikan maupun berkontribusi bagi masyarakat. Saya mengapresiasi yayasan, para guru, dan orang tua yang telah mendampingi mereka hingga hari ini.,” katanya.
Keunikan atraksi ini mendapatkan respon positif dari para tamu undangan yang hadir, yang menilai bahwa pendidikan di luar ruang kelas formal sangat penting bagi pembentukan karakter.
“Jujur awalnya saya sangat khawatir dan takut melihat anak-anak berjalan di atas pecahan kaca. Namun, ketika melihat mereka melakukannya dengan penuh konsentrasi dan tanpa luka sedikitpun, saya merasa bangga. Ini mengajarkan anak-anak kita bahwa dengan doa dan fokus yang benar, tantangan seberat apa pun bisa dihadapi. Sekolah ini benar-benar mendidik karakter anak kami secara holistik,” kata wali murid.