SGB-News.id | Probolinggo – Upaya menghadirkan layanan yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas terus diperkuat di Kota Probolinggo. Salah satunya melalui penyaluran 35 unit kursi roda adaptif kepada anak-anak penyandang cerebral palsy yang digelar di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo, Jumat (03/07/2026).
Program sosial tersebut merupakan hasil kolaborasi Yayasan Ananda Mutiara (Y-AMI) Kota Probolinggo dengan Global Village Foundation Bali. Seluruh kursi roda adaptif didatangkan dari Australia dan dirancang sesuai kondisi fisik masing-masing penerima agar dapat menunjang aktivitas sehari-hari secara lebih optimal.
Ketua Y-AMI Kota Probolinggo, Eri Hatni Murti Susilowati, menjelaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar pemberian alat bantu, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup anak-anak penyandang cerebral palsy.
“Anak-anak cerebral palsy membutuhkan alat bantu yang sesuai dengan kondisi tubuhnya. Karena itu setiap kursi roda harus disesuaikan agar mereka dapat duduk dengan aman, nyaman, sekaligus memiliki mobilitas yang lebih baik,” katanya.
Ia mengungkapkan, proses penyaluran diawali dengan pemeriksaan dan penyesuaian atau fitting oleh tim teknis. Seluruh komponen, mulai penyangga kepala, leher, punggung, pinggul hingga kaki, diatur sesuai kebutuhan masing-masing anak sehingga kursi roda tidak dapat langsung digunakan tanpa proses tersebut.
Tidak hanya berasal dari Kota Probolinggo, penerima manfaat juga datang dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, Malang hingga Banyuwangi. Mereka mengikuti proses penyesuaian agar alat bantu yang diterima benar-benar sesuai dengan postur tubuh masing-masing.
Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kepedulian berbagai pihak dalam membantu anak-anak penyandang disabilitas.
Menurutnya, kolaborasi antara organisasi sosial, pemerintah, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga.
“Anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang. Karena itu kepedulian terhadap penyandang disabilitas harus terus diperkuat agar Kota Probolinggo semakin inklusif,” ujarnya.
Bagi keluarga penerima manfaat, bantuan tersebut memberikan harapan baru. Hendi Hariyanto, warga Kelurahan Sukoharjo, mengaku putranya, Arfa (11), selama ini menggunakan kursi roda dewasa yang tidak sesuai ukuran tubuhnya.
Setelah memperoleh kursi roda adaptif, ia berharap aktivitas putranya menjadi lebih nyaman. “Selama ini kursi roda yang digunakan kurang pas. Sekarang anak saya mendapatkan kursi roda yang memang dibuat sesuai kebutuhannya. Kami sangat bersyukur,” tuturnya.
Arfa diketahui merupakan siswa sekolah umum yang tetap mampu berprestasi di tengah keterbatasan fisik yang dialaminya.
Setiap unit kursi roda adaptif memiliki nilai mencapai belasan juta rupiah. Kehadiran bantuan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi berbagai pihak mampu menghadirkan layanan yang lebih berpihak kepada penyandang disabilitas sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan Kota Probolinggo sebagai kota yang semakin inklusif.
Kegiatan itu juga dihadiri Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo, Forum PUSPA Bayuangga, serta Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Semesta (PPDIS) sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan bagi penyandang disabilitas.