SGB-NEWS | PROBOLINGGO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi pengelolaan lalu lintas di ruas Jalan Nasional depan RSU Wonolangan, Kamis. Pertemuan tersebut dihadiri unsur pemerintah, kepolisian, pihak rumah sakit, pengelola parkir, perusahaan, serta perwakilan organisasi masyarakat untuk mencari solusi atas persoalan kemacetan, parkir di badan jalan, dan akses keluar masuk kendaraan. Kamis Pagi 09/07.
Rapat dipimpin Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo, Taufik, S.Sos., M.Si. Hadir pula Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Bambang Singgih Hartadi, S.Sos., M.Si., Kanit Kamsel Satlantas Polres Probolinggo Aiptu M. Arif, S.H., perwakilan PG Wonolangan, manajemen RSU Wonolangan, Direktur CV Keda Parking Agus Supriyanto, serta perwakilan Aliansi Legam dan Aliansi Madura Indonesia (AMI).
Dalam sambutannya, Taufik menyampaikan bahwa forum tersebut merupakan upaya bersama untuk menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat mengenai kondisi lalu lintas di sekitar RSU Wonolangan. Menurutnya, seluruh pihak memiliki komitmen yang sama untuk menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, nyaman, dan selamat.
Berbagai masukan disampaikan dalam rapat, termasuk dari perwakilan Aliansi Madura Indonesia (AMI). Ferdi menyampaikan perlunya langkah konkret dalam penataan kawasan depan rumah sakit agar tidak lagi terjadi kemacetan yang berulang, terutama karena lokasi tersebut merupakan akses penting bagi kendaraan pasien dan ambulans.
Ia juga mengusulkan agar pembatas parkir di depan rumah sakit dievaluasi apabila dinilai menghambat kelancaran arus lalu lintas. Selain itu, menurutnya, koordinasi antara Dishub dan Satlantas perlu terus diperkuat dalam melakukan pengawasan serta penegakan aturan terhadap kendaraan yang parkir di badan jalan maupun melanggar marka.
Sementara itu, pihak RSU Wonolangan melalui drg. Roosnindiyah, M.M. menjelaskan bahwa manajemen rumah sakit selama ini telah mengarahkan pengunjung untuk memanfaatkan area parkir yang tersedia di dalam lingkungan rumah sakit. Namun, masih terdapat pengendara yang memilih berhenti di tepi Jalan Nasional.
Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa keberadaan pedagang kaki lima di sekitar akses masuk turut menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap ruang gerak kendaraan. Manajemen menyatakan siap menindaklanjuti berbagai masukan yang berkembang dalam rapat, termasuk melakukan evaluasi terhadap fasilitas pendukung di depan rumah sakit.
Perwakilan PG Wonolangan menyatakan siap terus berkoordinasi dengan Dishub dan kepolisian dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut. Sementara itu, pengelola parkir CV Keda Parking menegaskan bahwa pengelolaan parkir yang menjadi tanggung jawabnya hanya berada di dalam area rumah sakit dan petugas selalu mengarahkan kendaraan agar masuk ke lokasi parkir resmi.
Sebagai tindak lanjut hasil rapat, para peserta menyepakati sejumlah langkah yang akan segera dilaksanakan. Di antaranya penataan fasilitas di sekitar depan RSU Wonolangan, termasuk penghilangan pembatas parkir (tong) yang dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas sesuai hasil koordinasi dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo bersama Satlantas Polres Probolinggo akan meningkatkan patroli dan pengawasan secara terpadu di kawasan tersebut. Penindakan terhadap pelanggaran parkir di badan jalan maupun pelanggaran marka akan dilakukan sesuai dengan kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Melalui langkah tersebut, seluruh pihak berharap penataan lalu lintas di depan RSU Wonolangan dapat segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sehingga akses menuju rumah sakit menjadi lebih tertib, aman, lancar, serta mendukung pelayanan kesehatan tanpa hambatan.
Shinta