SGB°PROBOLINGGO – Gelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2026 resmi berakhir pada Minggu 12 Juli 2026 setelah berlangsung selama sepuluh hari sejak dibuka pada 3 Juli 2026 di Stadion Bayuangga Kota Probolinggo. Agenda tahunan Pemerintah Kota Probolinggo tersebut sukses menyedot perhatian masyarakat dengan menghadirkan hiburan, pameran UMKM, pertunjukan seni budaya, konser musik, wahana permainan, hingga berbagai kegiatan komunitas.
Sejak hari pertama pembukaan, kawasan Stadion Bayuangga dipenuhi ribuan pengunjung dari Kota Probolinggo maupun daerah sekitar seperti Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Pasuruan dan Situbondo. Ratusan pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut untuk memasarkan produk unggulan, sementara panggung utama setiap malam diisi penampilan seni tradisional, tari kreasi, musik modern, hingga hiburan rakyat.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan, antusiasme masyarakat semakin meningkat. Pemerintah Kota Probolinggo juga menggelar Night Ride bersama komunitas sepeda yang dipimpin langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Ribuan warga memadati stadion untuk menikmati berbagai pertunjukan budaya seperti Tari Jaran Bodhag Karepan, Tari Kipas Bayuangga, pertunjukan sanggar seni, hingga penampilan grup musik yang menghibur pengunjung sampai malam hari.
Memasuki pertengahan penyelenggaraan, suasana Semipro semakin semarak. Wahana permainan anak dan dewasa dipadati pengunjung, begitu pula stan kuliner dan pameran UMKM yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur sekolah. Perputaran ekonomi lokal pun meningkat karena tingginya jumlah transaksi yang terjadi di area festival.
Namun kemeriahan Semipro 2026 tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Salah satu insiden terjadi di area wahana permainan Kora Kora ketika seorang pengunjung dilaporkan terjatuh sehingga mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian pengunjung dan memunculkan sorotan mengenai aspek keselamatan operasional wahana permainan yang beroperasi selama festival.
Insiden lain yang menjadi perhatian publik adalah maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di kawasan parkir resmi Semipro. Salah satu korban merupakan seorang pedagang yang setiap tahun mengikuti kegiatan tersebut. Sepeda motor Honda Vario miliknya hilang pada Jumat malam 10 Juli 2026 sekitar pukul 22.00 WIB saat diparkir di area parkir resmi yang dikelola Dinas Perhubungan Kota Probolinggo.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian dan meminta adanya pertanggungjawaban karena masih memegang karcis parkir resmi.
Selain kasus tersebut, informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan terdapat sedikitnya dua sepeda motor yang dilaporkan hilang selama pelaksanaan Semipro 2026. Peristiwa itu memunculkan kekhawatiran pengunjung mengenai keamanan kendaraan, terutama pada jam-jam padat ketika ribuan orang memadati kawasan Stadion Bayuangga.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo membenarkan adanya laporan kehilangan kendaraan di area parkir Semipro. Pihaknya mempertemukan korban dengan petugas parkir, namun hingga saat itu belum tercapai kesepakatan mengenai bentuk pertanggungjawaban. Sementara itu, kasus kehilangan kendaraan telah dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Terlepas dari berbagai insiden tersebut, Semipro 2026 tetap menjadi salah satu agenda terbesar Kota Probolinggo yang mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, memperkenalkan seni budaya lokal, serta memberikan ruang promosi bagi ratusan pelaku UMKM dan komunitas kreatif. Ke depan, evaluasi terhadap sistem keamanan parkir, standar keselamatan wahana permainan, serta pengawasan selama pelaksanaan acara menjadi pekerjaan rumah agar penyelenggaraan Semipro berikutnya dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh masyarakat.
Ferdi