SGB-News.id°PROBOLINGGO – Harapan warga Desa Sumber Katimoho, Kecamatan Krejengan, agar jembatan penghubung yang rusak segera diperbaiki pada tahun 2026 tampaknya harus tertunda. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo menyatakan pembangunan jembatan tersebut baru direncanakan pada tahun anggaran 2027.
Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki, saat dikonfirmasi SGB NEWS melalui pesan WhatsApp, Sabtu (4/7/2026).
“Kami rencana tahun depan, Pak, 2027,” tulis Hengki.
Menanggapi jawaban tersebut, SGB NEWS kembali mempertanyakan kemungkinan pengalihan atau perubahan anggaran mengingat kondisi jembatan yang sudah tidak dapat dilalui kendaraan dan menjadi akses penting masyarakat.
Namun Hengki menjelaskan, secara teknis waktu yang tersedia pada tahun ini sudah tidak memungkinkan untuk melakukan perubahan anggaran hingga proses pembangunan.
“Waktunya yang tidak cukup, Pak. Digunakan untuk lelang perencanaan. Pelaksanaan perencanaan dan pembangunan bisanya tahun 2027,” jelasnya.
Kondisi jembatan yang rusak telah berlangsung sejak sebelum Lebaran. Saat ini akses kendaraan roda dua maupun roda empat terputus sehingga aktivitas masyarakat harus menggunakan jalur alternatif atau menempuh perjalanan yang lebih jauh. Sebelumnya, kerusakan jembatan tersebut juga menjadi perhatian publik setelah diberitakan mengalami kerusakan serius akibat bencana dan ditutup demi keselamatan pengguna jalan.
Pernyataan Dinas PUPR tersebut sekaligus memberi kepastian bahwa hingga saat ini belum ada rencana pelaksanaan pembangunan pada tahun 2026.
Meski demikian, kondisi ini berpotensi memunculkan pertanyaan publik mengenai langkah penanganan jangka pendek selama menunggu realisasi pembangunan pada 2027. Sebab, jembatan tersebut merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kecamatan Krejengan.
SGB NEWS akan terus mengawal perkembangan penanganan infrastruktur tersebut serta membuka ruang bagi pemerintah daerah apabila terdapat perkembangan, perubahan kebijakan, maupun percepatan pelaksanaan pembangunan.
Ferdi