SGB°Probolinggo – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam Survei Indeks Harmony Indonesia (IHaI) Tahun 2026. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di ruang pertemuan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo pada Kamis, 9 Juli 2026.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah untuk menyatukan peran pemerintah, organisasi kemasyarakatan, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga insan media dalam mendorong masyarakat ikut berpartisipasi mengisi survei yang berlangsung hingga 17 Juli 2026.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, Hari Kriswanto, mengatakan hasil survei akan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam melihat kondisi keharmonisan masyarakat serta menyusun kebijakan pembangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi, maka data yang diperoleh akan semakin menggambarkan kondisi riil Kabupaten Probolinggo. Karena itu kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menyukseskan survei ini,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara per 9 Juli 2026, jumlah responden dari Kabupaten Probolinggo mencapai sekitar 1.900 orang. Angka tersebut masih terus didorong agar meningkat secara signifikan sebelum penutupan survei.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo menargetkan sedikitnya 10.000 responden dapat berpartisipasi hingga batas akhir pengisian survei. Target tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih representatif sebagai bahan evaluasi sekaligus perencanaan pembangunan.
Dalam rapat koordinasi tersebut hadir sekitar 100 peserta yang terdiri atas sekretaris kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, serta perwakilan media.
Melalui forum ini, para peserta diharapkan menjadi penggerak di lingkungan masing-masing dengan mengajak masyarakat mengisi Survei Indeks Harmony Indonesia secara objektif dan bertanggung jawab.
Indeks Harmony Indonesia merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat keharmonisan masyarakat dari berbagai aspek, seperti kehidupan sosial, ekonomi, budaya, toleransi, hingga pengelolaan keberagaman. Hasilnya akan menjadi salah satu referensi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada penguatan kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.