SGB°PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten Probolinggo mulai menata arah baru pengembangan sektor pariwisata dengan memperkuat potensi kawasan pesisir utara melalui gelaran Seven Beaches Probolinggo 2026. Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 6–15 November 2026 itu diproyeksikan menjadi daya tarik baru yang melengkapi popularitas Gunung Bromo sebagai destinasi unggulan.
Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penajaman pelaksanaan Seven Beaches Probolinggo 2026 yang berlangsung di Ruang Pertemuan Argopuro, Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (14/7/2026). Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, dan diikuti organisasi perangkat daerah, Dekranasda, pelaku wisata, serta unsur kepemudaan.
Dalam arahannya, Ugas menegaskan pengembangan destinasi pantai merupakan bagian dari strategi memperpanjang lama kunjungan wisatawan yang selama ini lebih banyak berfokus di kawasan Bromo.
Menurutnya, keberadaan Jembatan Kaca Bromo Seruni Point menjadi peluang besar untuk menghubungkan wisata pegunungan dengan wisata bahari sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi sebelum meninggalkan Kabupaten Probolinggo.
“Harapannya wisatawan tidak hanya datang ke Bromo lalu langsung pulang. Mereka juga bisa menikmati keindahan pantai sehingga waktu tinggal di Probolinggo semakin panjang,” ujar Ugas.
Ia menambahkan, setiap kawasan pantai didorong memiliki karakter dan identitas tersendiri melalui penguatan budaya masyarakat pesisir, tradisi nelayan, hingga produk UMKM lokal agar mampu memberikan pengalaman berbeda bagi setiap pengunjung.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menjelaskan Seven Beaches Probolinggo 2026 akan menghadirkan rangkaian kegiatan budaya, olahraga wisata, hiburan, dan promosi kuliner yang tersebar di tujuh destinasi pantai.
Lokasi yang menjadi pusat kegiatan meliputi The Bentar Beach, Pantai Bahak, Pantai Gili Ketapang, Pantai Dringu, Pantai Duta, Pantai Bohay, dan Pantai Klasik.
Festival akan dibuka dengan pertunjukan sendratari kolosal Harmony of Seven Beaches yang dipadukan dengan atraksi paramotor di kawasan pesisir.
Selain itu, masyarakat dan wisatawan akan disuguhkan berbagai agenda seperti seafood street market, festival ikan bakar, petik laut, parade kapal nelayan, pertunjukan seni budaya, hingga berbagai kompetisi sport tourism seperti jetski, fun run 7 kilometer, voli pantai, snorkeling, dan balap BMX.
Pada malam hari, pengunjung juga akan menikmati pertunjukan musik jazz di tepi pantai yang ditutup dengan pesta kembang api.
Pemkab Probolinggo berharap penyelenggaraan Seven Beaches Probolinggo 2026 tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat pesisir melalui peningkatan penjualan produk UMKM, kuliner, jasa wisata, serta sektor ekonomi kreatif lainnya.
Melalui agenda tersebut, Kabupaten Probolinggo berupaya memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari panorama pegunungan hingga keindahan kawasan pantai dalam satu paket perjalanan.
Fr