Foto: wakil bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma
SGB-NEWS°LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, secara resmi menyampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lumajang yang diselenggarakan Kamis (16/7/2026).
Rapat paripurna yang dinyatakan terbuka untuk umum ini dipimpin langsung oleh pimpinan rapat, Kak Toan Sudi panggilan karibnya. Dalam penyampaiannya, Wakil Bupati memaparkan secara rinci penyesuaian postur pendapatan dan belanja daerah agar dapat diketahui secara transparan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam pidatonya, Wakil Bupati menjelaskan bahwa target total pendapatan daerah pada P-APBD TA 2026 mengalami penurunan tipis sebesar Rp1,31 miliar dari rencana anggaran semula.
“Total pendapatan daerah pada APBD TA 2026 semula dianggarkan sebesar Rp1.981.746.109.460,91 (1 triliun 981 miliar 746 juta 109 ribu 460 rupiah koma 91 sen). Sedangkan pada Perubahan APBD TA 2026 mengalami penurunan sebesar Rp1.310.743.824,14 (1 miliar 310 juta 743 ribu 824 rupiah koma 14 sen), sehingga total pendapatan menjadi Rp1.980.435.365.636,77 (1 triliun 980 billion 435 juta 365 ribu 636 rupiah koma 77 sen),” papar mas wabup di hadapan sidang paripurna.
Meskipun secara akumulasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun, Wakil Bupati mengapresiasi adanya pertumbuhan positif pada beberapa sektor pajak daerah. Sektor Pajak Rekreasi Wahana Air mencatatkan kenaikan signifikan sebesar Rp1,25 miliar, disusul Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang naik Rp500 juta, Pajak Makanan-Minuman naik Rp300 juta, serta sektor akomodasi kekinian seperti guesthouse dan glamping.

Namun, kenaikan di sektor pariwisata dan kuliner tersebut belum mampu menutupi penurunan tajam pada sektor Retribusi Pelayanan Kesehatan BLUD Puskesmas yang anjlok hingga Rp8,15 miliar, serta penurunan Pajak Bioskop/Tontonan sebesar Rp845 juta.
BELANJA DAERAH NAIK Rp245,58 Miliar DEMI KEBUTUHAN MASYARAKAT
Di sisi lain, Wakil Bupati mengumumkan bahwa total belanja daerah justru mengalami kenaikan sebesar Rp245,58 miliar, melonjak dari rencana awal Rp2,106 triliun menjadi Rp2,352 triliun. Pihaknya menegaskan bahwa kenaikan belanja ini telah diperhitungkan secara matang untuk menjawab kebutuhan riil di tengah masyarakat.
Beberapa poin penyesuaian belanja yang disampaikan meliputi:
1.Belanja Pegawai: Mengalami efisiensi dan berkurang sebesar Rp42,64 miliar.
2.Belanja Barang dan Jasa: Bertambah sebesar Rp173,88 miliar.
3.Belanja Modal (Pembangunan Fisik): Naik sebesar Rp107,63 miliar untuk mendanai pembangunan jalan, irigasi, jaringan, serta gedung dan bangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Yudha Aji Kusuma juga memaparkan komitmen jajaran pemerintah daerah dalam merespons cepat berbagai musibah yang menimpa fasilitas publik dan masyarakat. Melalui pergeseran anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), Pemkab Lumajang bergerak cepat menangani beberapa kedaruratan, antara lain:
1.Rehabilitasi ruang kelas dan pengadaan mebeler baru di SMPN 1 Senduro yang terdampak musibah kebakaran.
2.Perbaikan kerusakan di SMPN 4 Candipuro akibat diterjang bencana hujan deras.
3.Relokasi permukiman bagi warga terdampak bencana erupsi Gunung Semeru.
4.Pembebasan lahan untuk menyukseskan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wilayah Utara.
Di akhir penyampaiannya, Wakil Bupati Lumajang berharap agar penyesuaian anggaran dalam P-APBD TA 2026 ini dapat berjalan secara transparan dan akuntabel, serta memberikan dampak langsung yang nyata bagi kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga pemulihan pascabencana bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lumajang. (SOF)