SURABAYA | SGB-News.id — Inspektorat Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Mahasiswa Program Studi D3 Akuntansi Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (2/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 5 Kantor Inspektorat Provinsi Jawa Timur ini diikuti pejabat struktural Inspektorat Jatim sebagai narasumber.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kunjungan KKL tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai tugas pokok dan fungsi Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Mahasiswa dibekali gambaran nyata tentang peran pengawasan internal dalam menjaga akuntabilitas, transparansi, serta tata kelola keuangan dan kinerja pemerintahan daerah.
Dalam pemaparan awal, perwakilan Inspektorat Jatim menjelaskan posisi strategis APIP dalam siklus pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Fungsi audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya disampaikan secara lugas, termasuk tantangan pengawasan di tengah kompleksitas program dan anggaran daerah. Pesannya jelas: pengawasan bukan sekadar mencari salah, tetapi memastikan sistem berjalan benar.
Sesi diskusi menjadi bagian yang paling hidup. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar praktik audit internal, mekanisme tindak lanjut hasil pengawasan, hingga etika profesi auditor pemerintah. Narasumber menekankan bahwa integritas dan independensi adalah “modal kerja” utama APIP. Tanpa itu, laporan rapi sekalipun tak bernilai—sindiran halus, tapi mengena.
Kegiatan KKL ini juga dimanfaatkan untuk menjembatani teori akuntansi yang dipelajari di kampus dengan praktik di lapangan. Mahasiswa diperkenalkan pada contoh kasus pengawasan riil, alur kerja pemeriksaan, serta pentingnya pemahaman regulasi. Pendekatan tersebut diharapkan membentuk nalar kritis mahasiswa agar tidak berhenti pada angka, tetapi memahami konteks kebijakan dan dampaknya bagi publik.
Pejabat Inspektorat Jatim menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung penguatan sumber daya manusia di bidang akuntansi dan pengawasan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dinilai penting untuk menyiapkan calon profesional yang siap kerja, berintegritas, dan adaptif terhadap tuntutan reformasi birokrasi. “Pengawasan yang kuat lahir dari SDM yang paham sistem dan berani menjaga nilai,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Polines menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Inspektorat Jatim menerima mahasiswa KKL. Kegiatan ini dinilai memberi pengalaman berharga, sekaligus memperluas wawasan mahasiswa tentang peluang karier di sektor pengawasan pemerintah. Harapannya, lulusan D3 Akuntansi tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran etik dan kepedulian publik.
Kunjungan KKL ditutup dengan penegasan bahwa peran APIP akan semakin krusial ke depan, seiring meningkatnya tuntutan akuntabilitas dan kualitas belanja daerah. Bagi mahasiswa, pertemuan ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan pengingat bahwa angka-angka akuntansi pada akhirnya harus berpihak pada kepentingan masyarakat. Singkatnya: belajar di kelas itu wajib, memahami dampaknya itu kunci.
Red