SGB-News.id | Probolinggo – Suasana Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo tampak semarak pada Minggu (21/06/2026) pagi. Ribuan warga memadati jalanan untuk menyaksikan Festival Seni dan Budaya Belah Jimat yang menampilkan beragam kesenian serta kekayaan tradisi masyarakat setempat.
Kegiatan budaya yang digelar oleh Pokmas Teja Arum tersebut menjadi salah satu upaya pelestarian budaya lokal sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin mengenal sejarah dan warisan budaya yang ada di Kelurahan Mangunharjo.
Festival tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan, Danramil 0820/01 Kapten Arh Ari Bunanto, jajaran Kepala OPD, Plt Camat Mayangan Deus Nawandi, Lurah se-Kecamatan Mayangan, TP PKK Kelurahan se-Kecamatan Mayangan, LPM, serta jajaran RT dan RW Kelurahan Mangunharjo.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan unsur masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang mengangkat nilai sejarah serta budaya lokal Kota Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut, Lurah Mangunharjo Ikromi Wida Utama menyampaikan laporan rangkaian kegiatan Belah Jimat yang telah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya
Ia menjelaskan, sebelum puncak festival budaya digelar, rangkaian kegiatan telah diawali dengan Khotmil Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam Bupati Probolinggo pertama dan kedua serta makam Kepala Desa pertama hingga kelima.
“Belah Jimat diawali dengan kegiatan religi dan penghormatan sejarah melalui Khotmil Qur’an serta ziarah makam para pendahulu. Ini menjadi bagian dari upaya mengenang jasa dan perjalanan sejarah daerah,” jelas Ikrom.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan Istighosah dan Jamas Kentongan Kyai Lembu Suro yang telah dilaksanakan pada Selasa (16/06/2026) lalu.
Menurut Lurah Ikrom, kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri karena Kentongan Kyai Lembu Suro menjadi salah satu simbol budaya yang terus dirawat dan dilestarikan oleh masyarakat Mangunharjo.
Pada puncak acara, Festival Seni dan Budaya Belah Jimat dimeriahkan dengan Pawai Budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dari seluruh wilayah Kelurahan Mangunharjo.
Ikrom menyebutkan, sebanyak 14 kontingen Pawai Budaya serta lima kelompok penampilan seni turut ambil bagian dalam memeriahkan kegiatan tersebut.
Seluruh peserta berasal dari masing-masing RW di Kelurahan Mangunharjo yang menampilkan berbagai kreativitas budaya dan kesenian masyarakat.
Dalam pawai tersebut, Kentongan Kyai Lembu Suro turut diarak sebagai bagian dari simbol budaya yang menjadi ciri khas kegiatan Belah Jimat.
Berbagai kesenian ikut menghiasi jalannya festival, mulai dari Music Dug-Dug Kelabang Songo, Ranu Wijaya, Jabong Sagere, hingga penampilan Barongsai dan Ogoh-ogoh.
Kemeriahan festival semakin terasa dengan antusiasme masyarakat yang sejak pagi memadati lokasi kegiatan untuk menikmati berbagai pertunjukan budaya.
Lurah Mangunharjo menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama masyarakat yang ikut berpartisipasi.
“Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan anggaran dari Dana Kelurahan Tahun 2026 dan mendapat dukungan swadaya dari masyarakat Mangunharjo,” terang Ikrom.
Ia berharap kegiatan Belah Jimat dapat terus berkembang dan menjadi agenda budaya yang mampu memperkuat kebersamaan masyarakat.
Sementara itu, Walikota Probolinggo dr. Aminuddin memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Seni dan Budaya Belah Jimat.
Walikota menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu event tahunan Kota Probolinggo yang sebelumnya telah masuk dalam Kalender Event Kota Probolinggo pada Januari 2026.
“Belah Jimat merupakan salah satu event tahunan Kota Probolinggo yang telah dilaunching masuk dalam kalender event kota pada Januari lalu,” ujar dr. Aminuddin.
Menurutnya, keberadaan festival budaya seperti ini menjadi langkah positif dalam menjaga nilai sejarah dan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.
Walikota juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat Mangunharjo yang menunjukkan kekompakan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia melihat semangat kebersamaan warga sangat terasa dengan hadirnya ribuan masyarakat yang memenuhi jalan untuk menyaksikan langsung festival seni dan budaya.
“Melalui kegiatan pawai ini terlihat kekompakan masyarakat Mangunharjo. Ribuan warga hadir dan menunjukkan antusiasme luar biasa terhadap budaya daerah,” ungkapnya.
dr. Aminuddin berharap Festival Belah Jimat dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi agenda yang semakin berkembang di tahun-tahun berikutnya.
Ia menilai, kegiatan budaya seperti ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi media pembelajaran sejarah bagi generasi muda.
Festival Seni dan Budaya Belah Jimat menjadi bukti bahwa nilai budaya, sejarah, dan kebersamaan masih terus hidup di tengah masyarakat Kota Probolinggo.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Mangunharjo menunjukkan komitmen untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan potensi seni lokal kepada masyarakat luas.
Ke depan, Festival Belah Jimat diharapkan mampu menjadi salah satu ikon budaya Kota Probolinggo yang terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.